Love and families is the primary motivation

Membangun asa dan rasa, merajut tali silaturahmi bersama, untuk sebuah komitmen yang Kami impikan. -PAL-

Me n My Best Friend's

D'Barbelz :D i'ts so long time we'r not see each other "FRIEND'S"

Lets Think

Life is Short Play More, kehidupan ini singkat sayang sekali kalau hanya membuktikan bahwa yang mereka katakan adalah benar.

Bersuara bagi yang tak Terdengar

Perjuangan dalam kehidupan bukan bagaimana kita menjadi lebih baik, tapi bagai mana saya dan lingkungan saya menjadi lebih baik dengan keberadaan kita.

Menunggu bukan berarti Diam

Membangun dan Menata apa yang mereka harapkan, apa yang mereka inginkan dan banggakan. n I wont to be the best person not only for them but for me too.

Showing posts with label Perspektif. Show all posts
Showing posts with label Perspektif. Show all posts

Friday, 10 June 2016

4 Hal yang Sering di Abaikan oleh Organisasi yang Menginginkan Inovasi

Ketika berbicara soal INOVASI yang terbayang oleh kita adalah suatu hal yang sulit untuk dilakukan. Namun, dalam hal ini bukan berarti tidak mungkin :).





"Innovation is POSSIBLE"

Thursday, 26 May 2016

PENETAPAN HUKUMAN KEBIRI, BUKAN SOLUSI ATAS SITUASI DARURAT KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK

Anak yang menjadi korban kasus kekerasan seksual di Indonesia saat ini setiap menunjukan angka yang cukup tinggi. Data yang ditunjukan oleh UNICEF1 menunjukan sepanjang tahun 2010 bahwa terdapat 646 anak yang menjadi korban kekerasan seksual. Data tersebut juga diperkuat oleh data Komnas PA mengenai  persentase peningkatan kasus kekerasan seksual terhadap anak yaitu 2-3% setiap tahunnya.



Friday, 19 February 2016

3 Perspektif Kontrol Sosial dalam Islam

Kemaslahatan suatu kaum sebagai tujuan syari'at tidak akan terwujud apabila tanpa adanya ketaatan dan pelaksanaan dari manusia sebagai objek syari'at. pelaksanaan tersebut memberulukan motivasi yang mendorong manusia untuk taat sekaligus menjadi kendali bagi manusa agat tidak melakukan pelanggaran. Islam dalam hal ini membagi 3 (tiga) macam kontrol (Wazi'):

Friday, 6 February 2015

Cinta Ku, Cinta Mu, & Cinta Kita



Saat membicarakan cinta, tentunya seringkali dalam benak kita adalah suatu hal yang menyenangkan, membahagiakan, dan di tunggu-tunggu. Apa yang ku rasakan, apa yang kamu rasakan, dan apa yang kita rasakan? Pastinya setiap orang akan memiliki gambaran yang berbeda, yang membuat sama diantara semua perbedaan itu ya cinta itu sendiri.

Thursday, 29 January 2015

PEMBERDAYAAN

"Upaya Menciptakan Sistem saling Tergantung Antara Masyarakat ditengah Kemandirian"

Saat ini kita seringkali mendengar kata pemberdayaan, terutama dalam berbagai program yang terkait dengan masyarakat. Mengapa istilah pemberdayaan ini menjadi sangat populer? dan apabila saya pikirkan pemberdayaan dilakukan sebagai upaya dari adanya individu atau kelompok individu yang tidak berdaya. kenapa terdapat individu atau kelompok individu yang tidak berdaya?

Individu atau kelomok individu dalam hal ini adalah masyarakat, tentunya memiliki ciri khas lokal. ciri khas ini yang menjadikan setiap masyarakat unik yang memiliki kemampuan serta tantangan yang berbeda. tantangan yang dihadapi oleh masyarakat ini di pengaruhi oleh berbagai faktor, yang diantaranya adalah faktor geografis, demografis, maupun para tokoh masyarakat (Stakeholders) lokal.  


Apabila mendengar istilah pemberyadaan seringkali terjebak pada istilah kemandirian. Apabila Pemberdayaan digambarkan dalam suatu diagram maka pemberdyaan ini adalah upaya mendorong masyarakat untuk saling tergantung ditengah kemnadirian yang dimiliki.



 Individu atau sekelompok individu mengalami kondisi tidak berdaya saat individu atau kelompok individu tersebut tidak memiliki kapasitas dan otoritas. kondisi tidak berdaya juga dapat terjadi apabila salah satu dari komponen daya ini tidak dimiliki. saat kapasitas dimiliki namun tidak memiliki otoritas dnamun tidak disertai dengan kapasitas maka akan berada pada kondisi menalam pelaskanaannya maka kapasitas tidak akan teraktualisasikan. begitupun dengan ketika otoritas dimiliki akan tetapi tidak disertai dengan kapasitas maka akan menjadi kesembrawutan. maka pemberdayaan disini berperan mendorong masyarakat untuk memiliki kapasitas yang disertai dengan otoritas. 


Kapan seseorang dikatakan memiliki kapasits? seseorang atau kelompok orang dikatakan memiliki kapasitas ketika memiliki:  pendidikan+akses+capital+sistem.

& kapan seseorang dikatakan memiliki otoritas? seseorang atau kelompok orang dikatakan memiliki otoritas saat mendapatkan delegasi wewenang dari yang memiliki kapasits lebih.



Wednesday, 3 September 2014

Positive Change's (Part 1)

Recently, we 've seen a lot of changes happened around us, especially in technology area and development in that area increasingly sophisticated. The changes have not been imagined by us earlier, now occurring in front of us. Then the changes will not inconceivable will happened again filling the future.
The change certainly would change also the live of ordinary people, either in areas politics, social, and culture. then who make changes that happen? How that happens?, and how we actively involved filling out those changes?

Starting from Dream.
"I Have Dreams!" is the word that always come from the mouth of the children. No matter how high, no matter how large, and no matter how far that dream of the themselves. As the increase of the age, the boundary of self ability getting to be distinctly seen, such a looking at the roof and walls of the room (so narrow and full limitations).

Then, what are you dreams? and what do you expect?

nothing can make a person so very exited and very tired, a side from the dreams and expectations of own self. the changes was born form the spirit for a better and a passion to reach a dream.

Dreams and Problems
when some one start dreaming, then form that time began to have new problems of his life. that is " How I reached my dream?"

One of friends once said that the problem is something that can make you into a good person. the problem that we face is the processes  of a journey that we needs facing to achieve our dreams.

and then what kind of situations, which are described as issues that can improve quality of our selves? Let's see:
-
- are the situations where we have ability and willingness to finish it?
- are the situations where we don't have ability and wanted to finish it?
- are the situations where we have ability but reluctant to finish it?
- are the situations where we don't have ability and reluctant to finish it?

A situation when we have ability the ability and willingness to settle a problem is the problem can keep our ability to subsist on ourselves, these problems could be in make maintain ability of self. whereas, situation where we have not ability but wanted to accomplish, this is a situation where we can learn new skills.

situation where we have the ability but reluctant to finish it is the situation where we get stuck and even the condition of decreased ability we have. and situation we have not ability and reluctant to finish it is the situation where we plunge and filled with sense of sighing.

in islam delivered in Al-Quran surat Al-Baqoroh paragraph 286 where it said that "Allah does not charge a soul except [with that within] its capacity". Problems would take us to the slump where we are reluctant to and evasive to resolve it. 

Find a Dream

"How do i find a dream of my life?"

someone would not find something just in silence. just like a gem, which is located in a mountain not getting out by itself and glisten suddenly. need to find and sharpened to obtain and glisten beautiful. 

consistent effort will bring in a direction that will take on your dream. and started from question of yourself about what you must do now?.

Climb that mountain is in your sight, instead of mountain away from you that you can't climb at the moment. in the presence of mountain climbing will able to increase your ability and endurance. and when you reach the top of mountain, new perspective board will unfolds before. so you can prefer which the higher mountain, who want you to climb up.

simply, life as we would to climb up a mountain or down the valley, when we climb will requiring more effort but we become having a wider outlook will life. while the down valley will bring us to the limitation of views. 
  
 

Perubahan yang Positif (Bagian 1)




Akhir-akhir ini, kita banyak melihat banyak perubahan yang terjadi di sekeliling kita, terutama dalam bindang teknologi dan perkembangannya yang semakin canggih. perubahan yang tidak terbayangkan oleh kita sebelumnya, kini terjadi di hadapan kita. maka perubahan yang tidak akan terbayangkan akan kembali terjadi mengisi dekade-dekade yang akan datang. perubahan tersebut tentunya akan merubah pula tataran keidupan masyarakat baik di bidang sosial, politik, dan budaya. lalu siapa yang membuat perubahan itu terjadi? bagaimana perubahan itu terjadi, dan bagaimana kita aktif terlibat mengisi perubahan tersebut?

BERAWAL DARI IMPIAN

"Aku Punya Impian!" adalah kata yang selalu terucap dari mulut anak-anak. tak peduli seberapa tinggi, tak peduli seberapa besar, dan tak peduli seberapa jauh impian tersebut dari diri mereka. seiring pertambahan usia, batasan batasan akan kemampuan diri semakin jelas terlihat seperti layaknya memandang atap dan dinding kamar (begitu sempit dan penuh keterbatasan).

Lalu, Apa saja impian anda? dan Apa saja yang anda harapkan?

"tidak ada yang dapat membuat seseorang begitu sangat bersemangat dan begitu sangat lelah, selain dari impian dan harapan pada diri orang itu sendiri". peruahan lahir dari semangat untuk menjadi lebih baik dan semangat untuk menggapai mimpi.

MIMPI DAN MASALAH

Ketika seseorang mulai bermimpi, maka dari detik itu pula seseorang mulai memiliki permasalahan baru dalam kehidupannya. yaitu: " bagaimana aku mencapai mimpiku ........???"

salah seorang teman pernah berkata bahwa masalah adalah sesuatu yang dapat membuat mu menjadi manusia yang berkualitas.masalah yang kita hadapi adalah proses perjalanan yang perlu kita hadapi untuk mencapai impian kita.

lalu situasi yang seperti apa, yang dikatakan sebagai masalah yang dapat meningkatkan kulitas diri kita? mari kita lihat:
- apakah situasi dimana kita memiliki kemampuan dan kemauan untuk menyelesaikannya?
- apakah situasi dimana kita tidak memiliki kemampuan tapi ingin untuk menyelesaikannya?
- apakah situasi dimana kita memiliki kemampuan tapi enggan untuk menyelesaikannya? ataukah
- situasi dimana kita tidak memiliki kemampuan dan enggan untuk menyelesaikannya?

situasi dimana kita memiliki kemampuan dan kemauan untuk menyelesaikan suatu permasalahan adalah permasalahan yang dapat menjaga kemampuan kita untuk tetap ada pada diri kita masalah ini dapat di jadikan sebagai maintain ability of self.  sedangkan, situasi dimana kita tidak memiliki kemampuan tapi ingin untuk menyelesaikannya adalah situasi dimana kita dapat belajar keahlian yang baru.

situasi dimana kita memiliki kemampuan tapi enggan untuk menyelesaikannya adalah situasi dimana kita akan mengalami kondisi stuck dan bahkan mengalami penurunan kemampuan yang kita miliki. dan situasi dimana kita tidak memiliki kemampuan dan enggan untuk menyelesaikannya adalah situasi dimana kita akan terpuruk dan dipenuhi dengan rasa keluh dan kesah.

Dalam islam disampaikan dalam surat Al-Baqoroh ayat 286 diaman dikatakan bahwa " Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya". Permasalan yang akan membawa kita menjadi terpuruk adalah situasi dimana kita enggan  dan menghindar untuk menyelesaikannya.

MENEMUKAN MIMPI

"Bagaimana aku menemukan mimpi hidupku?"

Seseorang tidak akan menemukan sesuatu hanya dengan berdiam diri. seperti halnya permata yang berada di sebuah gunung, tidak akan keluar dengan sendirinya dan berkilau tiba-tiba. perlu dicari dan diasah untuk mendapatkan dan menjadi berkilau indah.

Upaya yang konsisten akan membawamu pada arah yang membawamu pada mimpimu. dan dimulai dari pertanyaan akan dirimu sendiri mengenai apa yang harus kau lakukan sekarang dan saat ini juga.

Dakilah gunung yang berada di hadapanmu, bukan gunung yang jauh dari dirimu yang tidak bisa kau daki saat ini. pendakian akan gunung dihadapanmu dapat membentuk kemampuanmu dan ketahananmu. dan ketika kau mencapai puncaknya, pandangan baru yang luas akan terbentang di hadapan, dan dengan begitu kamu dapat lebih memilih gunung yang lebih tinggi untuk kau daki yang berada di hadapanmu.

secara sederhana, kehidupan seperti halnya kita meniki suatu gugung atau menuruni lembah, diamana ketika kita mendaki akan memerlukan usaha yang lebih namun kita menjadi memiliki pandangan yang lebih lluas akan kehidupan. sedangkan menuruni lembah akan membawa kita pada keterbatasan pandangan.




 

Thursday, 10 July 2014

Nilai PLUS +


Ada satu kisah mengenai tiga orang pemuda yang sedang mencari pekerjaan. Ketiga orang pemuda tersebut tiba di sebuah pelabuhan dan menemukan sebuah kapal besar yang sedang membutuhkan 3 awak kapal. mendaftarlah ketiga pemuda tersebut.
Kapten kapal menanyakan satu hal kepada ketiga pemuda tersebut, pertanyaan itu adalah "Apa Keahlian yang kalian miliki?"




pemuda pertama di tunujuk dan menjawab, pemuda pertama lama berfikir dan terus berfikir lebih keras untuk mencari apa keahliannya, dan pemuda itu menjawab. "aku bingung apa keahlianku ya kapten.... :(" sambil bersedih hati pemuda tersebut menjawab pertanyaan itu.
pemuda kedua lalu menjawab, " aku tak lebih baik dari yang pertama, aku hanya bisa memasak ya kapten, :)." pemuda tersebut sambil tersenyum menjawab pertanyaan sang kapten.
pemuda ketiga langsung menjawab, setelah beberapa saat pemuda ke dua menjawaab. " KAPTEN, banyak hal yang bisa saya lakukan, saya bisa bermain musik, saya bisa bermain drama, tubuh saya lincah, saya bisa dengan cepat mengantarkan sesuatu, saya bisa memanjat, saya bisa berenang, saya bisa melukis, saya bisa beladiri. dan masih banyak hal yang saya bisa KAPTEN. :D." pemuda tersebut banyak sekali menyebutkan apa yang dia bisa, dan dengan sangat bangga pemuda tersebut memberitahukannya pada sang kapten.

lalu apa yang dikatakan terhadap ketiga pemuda tersebut oleh sang kapten?.......

sang kapten mulai menjawab"

Pemuda kedua, kau saya tempatkan menjadi koki di kapal ini.
Pemuda pertama, kau bantu pemuda kedua untuk memasak di dapur kapal.

dan pemuda ketiga, Mmm.......... (sang kapten lama berfikir)........... kau saya jadikan OB di kapal ini.


Kalau saja kapten itu adalah kalian, posisi apa yang akan kalian berikan pada ketiga pemuda tersebut? apa sama sperti yang diberikan sang kapten?

seseorang tidak memerlukan banyak keahlian untuk menjadi seseorang yang berguna bagi lingkungannya, Hanya SATU yang perlu kalian miliki dan kalian menjadi ahli dalam bidangnya. hal tersebut yang menjadikan pemuda kedua langsung mendapatkan peran yang sesuai dengan apa yang dia senangi dan apa yang menjadi keahliannya.
  

Tuesday, 8 July 2014

Kini Ganja Legal di Colorado.....!!!


Edible marijuana products in Denver. Some worry that recreational goods, sometimes brightly packaged, are finding their way into children’s hands. Credit Matthew Staver for The New York Times
Colorado adalah negara bagian AS yang kini melegalkan ganja. Legalisasi ganja di Colorado dilakukan pada awal tahun 2014, dengan ketentuan hanya untuk warga negara yang berusia diatas 21 tahun. Walaupun masih dalam perdebatan mengenai ganja yang di legalkan, dan dijadikan alat rekreasi di negara bagian AS ini.
Legalisasi Ganja dilakukan sebgai bagian dari pembelajaran faktual bagi negara lain yang masyarakatnya melakukan perjuangan legaliasi ganja. Apa yang akan terjadi?, dan bagaimana kehidupan masyarakat setelah ganja di legalkan?.

Dalam situs The New York Times (www.nytimes.com) menceritakan bahwa terdapat seorang pria yang beberapa jam setelah membeli ganja yang di injeksikan di salah satu toko yang menjual ganja sebagai alat rekreasi, mulai melantur mengenai akhir dunia dan menarik pistol yang di tembakan ke istrinya sendiri. Beberapa petugas rumah sakit yang berada di colorado mengatakan bahwa terjadi peningkatan orang yang sakit karena ganja baik pada anak-anak maupun orang dewasa.
Kevin A. Sabet (Direktur Eksekutif dari Smart Approach to Merijuana) mengatakan bahwa “We’ve seen lives damaged. We’ve seen deaths directly attributed to marijuana legalization. We’ve seen marijuana slipping through Colorado’s borders. We have seen marijuana getting into the hands of kids.”. Hal yang dikatakan Kevin dan petugas rumah sakit menjadi sebuah anekdot di kalangan aktivis dan pemerintahan, hal itu dikarnakan tidak terdapatnya data yang faktual dan dapat menunjang kejadian yang dikatakan tersebut.
para pendukung legalisasi ganja, mengatakan bahwa para kritikus yang mengutarakan anekddot akan ganja sebenarnya sedang mencari-cari cara bagaimana menodai dan menghancurkan industri yang baru tumbuh dalam pengawasan yang ketat.
Dalam situsnya LGN (http://www.legalisasiganja.com/apa-yang-terjadi-setelah-6-bulan-ganja-legal-di-colorado/) melaporkan bagaimana kondisi negara bagian AS ini setelah ganja di legalkan:
  1. Penurunan tingkat kriminalitas 10,1% di kota Denver selama tahun 2013. sedangkan tingkat kekerasan menurun 5,2%.
  2. Meningkatkan pendapatan negara dari hasil pajak sebesar 10jt dolar AS. Dimana hasil pendapatan negara tersebut di alokasikan untuk dana pengembangan pendidikan dan infrastruktur serta edukasi tentang narkotika pada generasi muda.
  3. Peningkatan industri ganja yang mampu menyerap 10.000 tenaga kerja baru
  4. hasil survei Quinnipiac menunjukan bahwa 54% pemilih tetap mendukung upaya untuk legalisasi ganja.
 Namun saya berfikir untuk fakta yang pertama, yang dicatat dalam situs LGN, bagaimana bisa fakta sebelum ganja terlegalkan, dimasukan sebagai dampat karena ganja yang legal..........???. lalu bagaimana bisa dan apa hubungannya ganja yang legal dengan tingkat kriminal....???. namun, untuk fakta yang kedua sampai ke empat masih dapat diterima sebagai dampak karena dengan adanya indsutri baru yang berkembang pada suatu daerah atau negara, tentunya akan memberikan dampak pada perekonomian daerah tersebut.

menurut pribagi saya sebagai penulis, Colorado merupakan negara yang cerdik, dalam melegalkan ganja dan menjadikan ganja sebagai alat rekreasi. ketika negara lain ganja ini diberantas, Colorado menjadi satu-satunya negara yang melegalkan ganja dan memproduksi hasil olahan ganja, dengan adanya kebutuhan yang tinggi akan konsumsi ganja. 
Kenapa penulis berkata seperti demikian???? mari kita lihat data penyalahgunaan narkoba yang diambil dari website Badan Narkotika Nasional (http://www.bnn.go.id/portal/index.php/konten/detail/deputi-pemberantasan/data-kasus-narkoba/10234/data-tindak-pidana-narkoba-di-indonesia-tahun-2007-2011), dimana dikatakan dalam data tersebut jumlah pelanggaran total kasus narkoba di Indonesia pada tahun 2007 sampai dengan 2011 menempati posisi pertama dengan jumlah 39.305 kasus.
Bayangkan ketika pelanggaran ini difasilitasi negara.....??? berapa rupiah yang akan di dapatkan oleh
 Indonesia??? negara ini akan menjadi pusat wisata ganja dengan pangsapasar seluruh dunia. BAYANGKAN BROOO.....!!!!!! . memang sangat berani keputusan yang di ambil oleh negara bagian AS tersebut dengan melegalkan ganja dan menjadikan ganja sebagai alat/produk rekreasi.
Dalam tulisan ini, saya tidak akan membahas bagaimana manfaat ataupun bahaya ganja. Namun kita sebagai masyarakat yang kritis, dan berkembang. dapatkan informasi secara lebih lengkap dan dari berbagai sudut pandang. 
SALAM PERUBAHAN

Sumber:
Naryana, Dhira (2014). Apa yang terjadi setelah 6 bulan ganja legal di colorado. Source: [http://www.legalisasiganja.com/apa-yang-terjadi-setelah-6-bulan-ganja-legal-di-colorado/]
Healy, Jack. (2014). After 5 Month of Sales, Colorado Sees the Downside of Legal High. Source: [http://www.nytimes.com/2014/06/01/us/after-5-months-of-sales-colorado-sees-the-downside-of-a-legal-high.html?_r=0]

Thursday, 24 January 2013

Pengemis Kecil

Beberapa kali si pengemis cilik datang kerumah Ndoro Suryo dan meminta sedekah.
Sekali, dua kali, tiga kali, empat kali diberi. untuk yang kelima kalinya, pengemis cilik itu dibentak dan ditempeleng oleh Ndoro Suryo.
Namun, pengemis cilik itu tetap tertawa dan gembira. Ndoro Suryo bertanya "Mengapa kamu saya marahi malah tertawa?"
"saya tertawa karena baru kali ini ada orang, apalagi Ndoro Suryo memperhatikan saya."
Pengemis cilik itu bercerita bahwa ia seorang yatim piatu, tidak punya sanak saudara di kota sebesar ini.
Mau bekerja tidak mungkin karena umurnya belum genap sewindu, ia mengakhiri ceritanya dengan berucap "saya tidak mau mati kelaparan, lebih baik jadi pengemis dari pada mencuri."
Ndoro Suryo tersentuh hatinya dan berpikir, "Dia miskin, tetapi tidak putus asa, tidak murung dan bersedih, malah bisa tertawa dan bahagia."
 (Tugiman, Hiro; 1996)

Bagaimana dengan kehidupan mu....?


"Miskin bukan berarti  meminta, meminta bukan berarti mengancam, mengancam bukan berarti bertindak kriminal."
bagai mana kehiduapan diluar sana bagi orang yang tidak mampu kini trend meminta sudah seperti mengancam bukan pada harapan akan keiklasan dalam memberi. bagaimana anak kecil meminta terus menerus seperti memaksa, bagaimana pengamen terus bernyanyi dan memaki ketika tidak diberi, bagaimana di perempatan lampu merah pria sudah seperti wanita (waria) dengan motif diantaranya ada yang hanya ingin membuat orang takut. That's a life, That's a color of life.

"Kaya bukan berarti berada, berada bukan berarti tidak bekerja, bekerja bukan berarti tidak memberi, memberi bukan berarti punya, punya bukan berarti semena-mena."

semena-mena untuk hidup dengan atas nama kemiskinan
semena-mena untuk hidup dengan ketidak pedulian
semena-mena untuk hidup tanpa peraturan
semena-mena untuk hidup semena-mena

Kaya ....
Miskin...
tidak berarti berhak untuk semena-mena dengan mengatas namakan kemiskinan dan kekayaan

THAT'S A LIFE, THAT'S A COLOR OF LIFE"

Thursday, 17 January 2013

Cos Your Young, Don't let them Talk to Your Life

Aku dengar ada yang bicara,
Papa mamaku punya cita-cita,
Dia baru berusia lima,
Tapi semangatnya sungguh sempurna.

Never in your life, let them talk to you like you can not,
Yes, you’re young but you’re right,
Walk your miles, do your part with a smile,
’cause you’re young, you’re young, you’re young

Hidupku itu adalah aku,
Bukan kamu dan ragumu, jangan sama-samakanku
Biar ku berlari pakai hati,
Tak berhenti sampai mati, aku muda aku bisa.

Melihat penggalan lyric yang dinyanyikan oleh Agnes Monica, seringkali yang muda tidak diberikan kesempatan untuk menentukan apa yang dipilihnya. Alasannya karena mereka muda, dan tidak bisa ........!!!! Apakah itu hanya sebagai alasan saja?, ataukan memang yang muda benar-benar tidak dapat menentukan pilihan?


"Papa Mamaku Punya Cita-cita....."

Setiap orang yang terlahir, pastinya memiliki cita-cita. termasuk saya, kamu, mereka, orang tua, dan kake nenek. Pertanyaannya; Apa cita-cita itu dilanjutkan dan diwariskan? "ternyata bukan harta aja yang diwariskan tapi cita-cita juga ya *_@ hehehehe.... 


"lalu pertanyaanya apa cita-cita mereka sama?"


Apabila berbeda apa kita wajib melakukan apa yang mereka cita-citakan? 
lalu kamana cita-cita kita?.... 
let them talk to you like you can not-----Yes, you’re young but you’re right-----Walk your miles, do your part with a smile---’cause you’re young. yupz... Biarkan mereka bicara tentang apa yang mereka lakukan, tapi tidak menjadikan kita ragu dalam menjalani apa yang kita yakini. Apa yang kita pilih adalah jalan yang memang baik untuk kita pilih. Menjalani apa yang kita pilih dengan senyuman dan penuh tanggung jawab,berarti melakukan hal yang terbaik, yang dapat kita bisa lakukan.  
Bung Karno berpendapat mengenai sejarah dengan ucapan, JASMERAH "jangan sekali-kali melupakan sejarah". Mengacu pada sejarah yang dibangun oleh kaum muda sebelumnya, menjadikan pemuda hari ini memiliki kewajiban melukiskan sejarahnya sendiri. 
Bukan meniru, 
Bukan mengulang, 
Bukan juga untuk dilanjutkan, 
namun, kita perlu berkaca, belajar, melihat, mendengar, merencanakan, dan membentuk sebuah sejarah baru yang lebih baik dari sebelumnya. Bukan untuk tidak melihat dan menutup mata, bahwa masa muda orang tua kita tidak pernah terjadi, dan berbeda. Tapi dari pengalaman mereka kita bisa menilai apakah kita lebih baik atau tidak.
Apa dengan mengikuti jejak orang tua kita bisa membawa kesuksesan dan perubahan yang lebih baik bagi kita?

Apa dengan menempuh jalan yang dipikirkan oleh kita bisa membawa kesuksessan dan perubahan yang lebih baik bagi kita?

cita-cita itu bukan diharapkan dan diimpikan tapi direncanakan dan dibangun.
.

"let them talk to you like you can not"



Hidupku itu adalah aku
Bukan kamu dan ragumu, jangan sama-samakanku
Biar ku berlari pakai hati
Tak berhenti sampai mati, aku muda aku bisa

We life is short, too bad if you only to prove "what they say is true"

Wednesday, 16 January 2013

Konseling Teman Sebaya (Peer Helping)

Pada awalnya konseling teman sebaya muncul dengan konsep dasar peer Helping yang dimulai pada tahun  1939 untuk membantu para penderita alkoholik (Carter, 2005: 2). Dalam konsep tersebut diyakini bahwa individu yang pernah kecanduan alkohol, dan memiliki pengalaman berhasil mengatasi kecanduan tersebut akan lebih efektif dalam membantu individu lain yang sedang mengatasi kecanduan alkohol. Dari tahun ke tahun konsep teman sebaya terus merambah kesejumlah seting dan isu. Konsep dasar peer helper ini sejalan dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Carkhuff yang mengatakan “All relationship are helping relationship. It depends on the helping skills you have” (Carkhuff, Pierce & Cannon, 1980; Aldag Mine. 2005: 20).
Pada dasarnya konseling teman sebaya merupakan suatu cara bagi siswa belajar bagaimana memperhatikan dan membantu anak lain, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari (Carr, 1981 : 3). Sementara itu, Tindall dan Gray (1985 : 5) mendefiisikan konseling teman sebaya sebagai suatu ragam tingkah laku membantu secara interpersonal yang dilakukan oleh individu nonprofessional yang berusaha membantu orang lain. Menurut Tindall & Gray, konseling teman sebaya mencakup hubungan membantu yang dilakukan secara individual (one-to-one helping relationship), kepemimpinan kelompok, kepemimpinan diskusi, pemberianturorial, dan semua aktivitas interpersonal manusia untuk membantu atau menolong. Definisi lain menekankan konseling teman sebaya sebagai suatu metode, seperti yang dikemukakan oleh Kan (1996: 3) “peer counseling is the use problem solving skills and active listening, to support people who are our peers”. Meskipun demikian, Kan mengakui bahwa keberadaan konseling teman sebaya merupakan kombinasi dari dua aspek yaitu teknik dan pendekatan. Berbeda dengan Tindall dan Gray, Kan membedakan antara konseling teman sebaya dengan dukungan teman sebaya (Peer Support). Menurut Kan peer support lebih bersifat umum (bantun informal: saran umum dan nasehat diberikan oleh dan untuk teman sebaya) sementara peer counseling merupakan suatu merode yang terstruktur. Menurut Kan (1996), elemen-elemen pokok dari konseling teman sebaya adalah.
Premis dasar yang mendasari konseling teman sebaya adalah bahwa pada umumnya individu mampu menemukan solusi-solusi dari berbagai kesulitan yang dialami, dan mampu menemukan cara mencapai tujuan masing-masing.
Kenyataan bahwa Peerhelper adalah seorang teman sebaya dari remaja sekolah yang menyediakan kontak diantara keduanya antara konselor sekolah dengan remaja lain, memiliki pengalaman hidup yang sama yang memungkinakan membuat rileks, memungkinkan bertukan pengalaman dan menjaga rahasia tentang apa yang dibicarakan dan dikerjakan dalam pertemuan tersebut. Terdapat kesamaan kedudukan (equality) antara Peer helper dengan konseli, meskipun peran masing-masing berbeda, mereka berbagi pengalaman dan bekerja berdampingan. Semua teknik yang digunakan dalam konseling teman sebaya membatu konseli dalam memperoleh pemahaman dan pengalaman tentang dirinya, mendorong sumber-sumber kreativitas, membantu konseli menyadari emosi, keinginan, dan kebutuhan-kebutuhannya. Keputusan tentang kapan akan memulai dan mengakhiri serta di mana akan dlakukan konseling teman sebaya, terletak pada konseli. Seorang teman sebaya dapat berupa seseorang dalam situasi atau kondisi yang sama, atau seseorang dengan usia sebaya, atau seseorang dengan latar belekang, dan budaya yang sama.
Benang merah yang dapat ditarik dari berbagai pendapat mengenai pengertian dari konseling teman sebaya adalah bahwa: a) konseling teman sebaya merupakan ragam tingkah laku saling memperhatikan dan saling membantu di antara teman sebaya, b) kegiatan saling bantu tersebut dilakukan oleh indvidu non-profesional di bidang helping, c) kegiatan tersebut berlangsung dalam kehidupan sehari-hari, d) keterampilan yang dibutuhkan dalam kegiatan membantu tersebut adalah keterampilan mendengarkan secara aktif, dan keterampilan problem solving, e) kedudukan antara individu yang membantu dan individu yang dibantu adalah setara (equal) (Suwarjo, 2005: 27). Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut, dalam penelitian ini peer helping dimaknai sebagai aktivitas saling membantu dan memperhatikan secara interpersonal di atanra sesama remaja sebagai siswa, yang berlangsung dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, dengan menggunakan keterampilan mendengarkan aktif dan keterampilan problem solving, dalam kedudukan setara (equal) di antara teman sebaya tersebut.
Teman sebaya atau peers adalah anak-anak dengan tingkat kematangan atau usia yang kurang lebih sama. Konseling sebaya merupakan suatu bentuk pendidikan psikologis yang disengaja dan sistematik. Konseling sebaya memungkinkan siswa untuk memiliki keterampilan-keterampilan guna mengimplementasikan pengalaman kemandirian dan kemampuan mengontrol diri yang sangat bermakna bagi remaja secara khusus konseling teman sebya tidak memfokuskan pada proses berfikir, proses-proses perasan dan proses pengambilan keputusan. Dengan cara yang demikian, konseling sebaya memberikan kontribusi pada dimilikinya pengalaman yang kuat yang diburuhkan oleh para remaja yaitu respect. (Carr, 1981 : 4).
Kadang kala penggunaan istilah dalam menyebutkan bimbingan sebaya ini menimbulkan kekhawatiran bagi beberapa orang, karena khawatir berkonotasi sama dengan istilah yang ada pada bidang helper professional. Selain itu, Beberapa orang menyebut peer helper dalam penelitian yang diangkat oleh peneliti istilahnya di generalkan menjadi peerhelperataupun diberbagai seting lain dikenal dengan sebutan “peer facilitation”, “peer mediation”, “peer conflict resolution”, dan “peer education”. Maka dari itu, diperlukan adanya penegasan dalam mendefinisikan istilah untuk yang menjadi sosok peer helper itu sendiri yang bukanlah merupakan bantuan professional namun termasuk pada paraprofesional ketika konseling sebaya ini berfungsi sebagai pemberi bantuan bagi seseorang yang dalam hal ini “sebaya” yang menceritakan pengalamanya, nilai yang dimilikinya, serta gaya hidup yang ada pada dirinya. Dengan demikian, paraprofessional peer counseling di anggap sebagai suatu proses dimana individu yang berbagi kesamaan dalam hal; karakteristik, keyakinan, serta nilai yang dimilikinya dengan teman sebayanya, dalam hal ini memiliki kesamaan pada pendidikan dan pengalaman hidup, serta hidup dalam populasi yang sama.
Pada kesimpulannya, meskipun ada perbedaan dalam nama, tanggung jawab, serta prosedur yang sangat terkait dengan seting pelaksanaannya namun memiliki kesamaan dalam asumsi dasar, yaitu individu dalam hal ini remaja memberikan bantuan pada remaja lainnya dengan menggunakan keterampilan komunikasi serta intrapersonal yang dimilikinya.
Konseling teman sebaya dianggap penting karena pada dasarnya sebagian besar remaja lebih sering membicarakan masalah-masalah mereka dengan teman sebaya dibandingkan dengan orang tua, atau guru disekolah, untuk masalah yang dianggap sangat seriuspun mereka bicarakan dengan teman sebaya mereka. Apabila terdapat remaja yang akhirnya menceritakan masalah serius yang mereka alami kepada orang tua, atau guru, biasanya karena sudah terpaksa (pembicaraan dan upaya pemecahan masalah bersama teman sebaya megalami jalan buntu). Hal tersebut terjadi karena remaja memiliki keterkaitkan serta ikatan terhadap teman sebaya yang kuat. Kelekatan yang terjadi antra remaja antara lain karena remaja merasa bahwa orang dewasa tidak dapat memahami mereka dan mereka yakin bawa hanya sesama merekalah dapat saling memahami. Keadaan yang demikian sering menjadikan remaja sebagai suatu kelompok yang eksklusif. Fenomena ini muncul sebagai akibat dari berkembangnya karekterstik personal fable yang didorong oleh perkembangan kognitif dalam masa formal oprations (Steinberg, 1993: Santrock ,2004: 204). Keeratan, keterbukaan dan perasaan senasib di antara sesama remaja dapat menjadi peluang bagi upaya memfasilitasi perkembangan remaja. Pada sisi lain, beberapa karekateristik psikologis remaja (emosioal,  & labil) juga merupakan tantangan bagi layanan yang memanfaatkan peer helper.

Kerangka Pemikiran Konsep PeerHelper
Salzer and his Associates (2002. Aldag, 2005 :4) mengemukakan lima teori yang mendasari Peer Delivered services, yaitu: teori dukungan sosial, experience knowledgehelper-therapy, teori pembelajaran sosial, dan teori perbandingan sosial. Studi lain yaitu social interest yang dikemukakan oleh Adlerian menjelaskan mengenai pelatihan peer helper, bahwa dalam perkembangannya teori Adler menyatakan bahwa dengan menolong antara sesama akan meningkatkan rasa kebersamaan dan rasa saling kebergantungan (Interdependence) antara individu. Pendapat lain menyetakan bahwa, dengan menolong sesamanya, individu membantu dirinya untuk mengembangkan sense of being and living (Aldag, 2005: 4).     
Terlepas dari penelitian mengenai peer helper, diperlukan adanya beberapa teori yang benar-benar menjadi dasar pengembangan dan asumsi awal mengenai peer helper. Konsep mengenai peer helper dalam Family Health International (2006; Aldag, 2005:17) mengemukakan asumsi serta dasar pengambangan peer helper, yaitu:
1) Social Learning Theory (Bandura). Dimana teori ini mengemukakan bahwa manusia merupakan model bagi manusia lainnya, dan beberapa orang (significant other) memiliki pengaruh untuk mendatangkan perubahan pada diri inidividu, baik itu secara nilai-nilainya maupun persepsi mereka
2) Theory of Reasoned Action, menyatakan bahwa satu elemen yang paling mempengaruhi perubahan perilaku pada diri suatu individu mengenai orang lain disekitanya terletak pada bagaimana norma sosial serta persepsi yang dimiliki. 
3) Diffusion of innovation Theory, menyatakan bahwa orang yang dapat dipercaya (dalam hal ini adalah pemimpin) dari suatu populasi merupakan seseorang yang membahwa perubahan pada perilaku melalui pemberian informasi, dan mempengaruhi norma dalam kelompok pada suatu komunitas 
4) Health Belief Model, menjelaskan bahwa perilaku yang sehat yang ada pada diri seorang individu dirasakan pada perasaan kelemahan, kesenjangan, serta keuntungan. Karena itu, jika seseorang mendasarkan diri pada hasil yang baik, maka dirinya akan mengambil suatu hasil yang baik pula.
Berbagai macam teori yang dikemukakan di atas bukanlah menjadi sesuatu hal yang bertolak belakang antara satu dengan yang lainnya. Teori-teroi dasar yang dikemukakan merupakan suatu upaya dalam memahami konsep peer helper secara lebih mendalam.

TIPE-TIPE COWOK DAN GAYA PACARAN YANG WAJIB DIHINDARI


Tipe-tipecowok yang wajib dihindari:

1.       MS (Maniak Seks)
Bisa dilihat dari materi pembicaraan, koleksi bacaan (Tabloid XXX), Koleksi CD, dll. Tempat-tempat yang dipilihnya untuk melakukan kencan, biasanya seneng di yang remang-remang.
2.       PPB (Pendekar Pemetik Bunga)
Hobinya gonta-ganti pasangan. Slogan dan moto hidupnya “Nothing to loose”. Tidak pernah ada cinta yang ada hanya sex, pacaran hanya cukup satu dua hari saja.
3.       Kolektor
Hobinya mengkolesi foto-foto mantan pacarnya. Tidak pernah ada kata puas untuk cowok model ini dan biasanya cewek yang dijadikan ajang taruhan.
4.       CM (Cowok Matre)
Biasanya cowok yang punya kelebihan baik secara fisik maupun intelektual, atau7 hal-hal lain. Kelebihan ini biasanya di maksimalkan untuk memukai cewek yang berangkat dari keluarga yang berlebih secara finansial. Setelah mendapatkan apa yang dibutuhkan, he will say; “good bye”.
5.       CTS (Cowok Tuna Susila)
CTS sudah pasti maniak sex. Tapi para maniak sex belum tentu berani datang ketempat prostitusi. Para CTS ini sangat rawan PMS yang bisa ditularkan ke siapa saja, dan medianya tentunya hubungan seksual.
6.       TP (Tukang Pukul)
Tidak semuanya yang berbody atletis bisa saja yang kurus kerempeng. Tapi yang pasti ringan tangan. Tidak puas langsung aja hajar dnegan atau tanpa alat. Lebih parah lagi kalu sudah berkaitan dengan seksual, kalau pasangan tidak mau cowok ini suka melakukan terror melalui ancaman fisik dan pemukulan.
7.       Wasit.
Alias Tukang ngatur. Baru jadian satu minggu, semuanya udah tidak boleh.
8.       Perayu
Didepan pasangannya pun hobi merayu apalagi urusannya berbau seksual. Biasanya mereka memiliki stamina dan kesabaran yang larbiasa dalam merelisasikan gagasan dan mimpi-mimpi sksualny. Begitu dapat diakan ganti haluan untuk mencari objek baru yang lebih memikat hatinya.
9.       Destroyer (Perusak)
Istilah kerennya anti kemapanan. Mereka paling tidak suka melihat ada orang yang bahagia. Cewek yang sudah tunangan, biasanya menjadi sasaran utama hingga hubunnya rusak atau putus beneran. Cowok seperti ini biasanya terbentuk oleh dendam masa lalu yang pernah dikecewakan. Terminal terakhir dendam tersebut biasanya adalah seks.
10.   Addicted (kecanduan)
Kecanduan apa saja pasti tidak baik, seperti kecanduan kerja atau workaholic apalagi kecanduan obat-oatan terlarang, biasanya memang jarang bergonta-ganti pasangan tapi mempengaruhi pacarnya untuk ikut mengkonsumsi obat terlarang dan menjadi pecandu.

GayaPacaran yang harus dihindari:

1.       Room Oriented
Jelas gaya pacaran yang tidak sehat. Kamar kost dengan fasilitas lengkap akhirnya beralih peran ganda menjadi sekaligus ruang tamu, tidak jarang hubungan seksual sering terjadi pada pasangan dengan kondisi seperti ini. Hal ini tidak selalu terjadi dikamar kost, bisa juga dirumah, atau di mobil.
2.       Love in all time
Pacaran dengan tingkat intensitas yang tinggi, kemana-mana atau melakukan segala sesuatu semuanya dilakukan bersama-sama. Kebersamaan yang tinggi ini akan mengiringi pelakunya kepada kontak seks yang semakin hari akan semakin mendalam.
3.       Show
Ada dua macam yaitu pertama pacaran dilakuakn untuk menunjukan bahwa kita laku sebagai identitas bahwa kita negga kuper atau enggak laku, yang kedua pacaran yang dilakukan minim rasa malu seperti ciuman di tempat-tempat umum, dll.
4.       Experiment
Pacaran dijadikan ajang coba-coba untuk mengenal sex atau explorasi seksual, yang tadinya hanya pegangan tangan mulai meraba-raba ke yang lain-lainnya.
5.       Just having fun
Pacaran dilakukan hanya untuk have fun aja kayak perinsip hedonism. Biasanya ini dimulai hanya ketertarikan secara fisik dan seksual aja. Pacaran ini tidak berlangsung lama, dan biasanya melibatkan unsur-unsur seksual didalamnya.

Sumber :

Sunday, 13 January 2013

Aku Individu...

----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Aku individu,
Aku berkepribadian,
Aku individu yang mengejar kesenangan dan menghindari ketidak senangan
(Freud - Psikoanalisis)

Aku individu,
Aku berkepribadian,
Aku individu yang bergerak apabila ada yang mengkondisikan
(Bandura - Behavioral)

Aku individu,
Aku berkepribadian,
Aku individu yang bergerak mengikuti hati dan pikiran.
(Aron T. Back - Cognitive Behavioral Therapy)

Aku individu,
Aku Berkepribadian,
Aku individu ....

YANG MANA???

Kita akan seringkali mencoba saling mengerti, bukan hanya "berfikir" atau "merasa"
"tapi dengan perbuatan."

"saya rasa dan saya pikir mereka telah mengerti"
bukan hanya dengan merasa bahwa saya fikir mereka telah mengerti.

Friday, 11 January 2013

Dibalik Gerimis

terjaga disuatu sore yang gerimis
memandang langit yang terbelenggu kabut
memudarkan pandangan yang tak lagi cerah
apakah pagi kan datang....

terus berlari disatu sore yang gerimis
berharap malam akan cepat terlewati
dan berharap terlihat setitik cahaya terang
apakah pagi kan datang....


bila pagi itu kini datang
akankah gerimis itu kan hilang

aku berharap pagi itu akan datang
pagi dengan mentari pagi tanpa gerimis........

aku ...... 
pagi itu.......
sore itu......
dengan atau tanpa Gerimis!

Thursday, 10 January 2013

Peran Wartawan dalam Isu Kesehatan Remaja


Peran sentral remaja sebagai generasi penerus bangsa dan agent of change  menjadikan remaja menjadi lebih menarik dan tidak pernah lepas menjadi objektifikasi media. Hal ini mengakibatkan remaja sangat rentan dan berpotensi mengalami tindakan diskriminasi dan stigmatisasi, yang semuanya berakibat kepada rentannya remaja untuk mengakses informasi dan layanan kesehatan yang baik (Youth Friendly).

Perilaku seksual pra nikah telah menjadi bagian dari kehidupan remaja di Indonesia. Aktifitas seksual tersebut mulai berciuman bibir, meraba-raba dada, menggesekkan alat kelamin (petting) hingga berhubungan badan. Statistik data akses layanan kesehatan reproduksi remaja Mitra Citra Remaja PKBI JABAR (2011) menunjukkan bahwa sekitar 28% dari 285 remaja di Indonesia telah melakukan aktivitas seksual di luar nikah, dan 6%nya dikarnakan remaja dipaksa melakukan aktivitas seksual oleh pasangannya. Berdasarkan hasil penelitian Annisa Foundation pada tahun 2006 yang melibatkan siswa Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Umum di Cianjur terungkap bahwa 42,3% pelajar telah melakukan hubugan seks yang pertama saat duduk di bangku sekolah. Beberapa dari siswa mengungkapkan bahwa dia melakukan hubungan seks tersebut berdasarkan rasa suka tanpa ada paksaan.

Dampak berikutnya adalah kehamilan tidak diinginkan yang mendorong terjadinya aborsi. Data WHO menyebutkan bahwa 15 - 50% kematian ibu disebabkan karena pengguguran kandungan yang tidak aman. Departemen Kesehatan RI mencatat bahwa setiap tahunnya terjadi 700 ribu kasus aborsi pada remaja atau 30% dari total 2 juta kasus dimana sebagian besar dilakukan oleh dukun (unsafe abortion). Dari penelitian yang dilakukan PKBI tahun 2005 di 9 kota mengenai aborsi dengan 37.685 responden, dimana 27 % dilakukan oleh klien yang belum menikah dan biasanya sudah mengupayakan aborsi terlebih dahulu secara sendiri dengan cara meminum jamu khusus. Sementara 21,8 % dilakukan oleh klien dengan kehamilan lanjut dan tidak dapat dilayani permintaan aborsinya.

Data dari Directorate General CDC & EH, Ministry of Health, Republic of Indonesia mengungkapkan bahwa per 31 Desember 2011 dilaporkan terdapat 28.757 kasus HIV dan AIDS dimana 1069 kasus terjadi pada remaja usia 15 – 19 tahun (98 kasus karena penggunaan narkoba suntik), 13.053 kasus terjadi pada remaja usia 20 – 29 tahun (14.775 kasus karena hubungan heteroseksual). Artinya, 1 dari 2 penderita HIV dan AIDS adalah remaja berusia 15 – 29 tahun.

Salah satu cara untuk mengintervensi penurunan kasus ini adalah dengan menyediakan akses informasi dan pelayanan kesehatan reproduksi dan seksual yang berperspektif gender dan berbasis hak bagi remaja. Peran media dan wartawan pada khususnya sangat penting dalam penyebaran informasi dan isu-isu kesehatan reproduksi remaja ini. Pemberitaan yang sensitif dan memiliki pesan yang kuat akan membangun keberpihakan terhadap kebutuhan kesehatan reproduksi dan seksual remaja sehingga dapat mendorong kepedulian banyak pihak terutama pemerintah dan wartawan dalam menyangkut isu ini.

Wartawan adalah aktor kunci yang dapat membantu melakukan pendidikan terhadap publik termasuk melakukan advokasi (pembelaan) terhadap pemenuhan hak-hak reproduksi dan seksual remaja. Tentu saja peran berharga ini akan dapat dijalankan jika wartawan memahami konteks isu kesehatan reproduksi dan seksual remaja serta ditunjang dengan data-data yang relevan (evidence base).


Saturday, 5 November 2011

Apakah Lingkungan INNI yang Kini Kita Harapkan?

Sesering kita memejamkan mata, sesering itu pula kita tertinggal dari bermacam-macam perubahan yang terjadi di sekitar kita, dan ketika kita mencoba membuka mata kita dan melihat, kita sangat terkejut dan bertanya-tanya memang sudah sejauh inikah perubahan yang terjadi??? Mungkin kita tidak memejamkan mata, tapi apa kita melihat perubahan itu? Mungkin kita melihat tapi apa kita terlibat dalam menentukan perubahan itu, atau kita hanya menjadi penonton yang hanya bisa protes, berkomentar, tertawa, bersedih, menyeringai, mencibir, dan bertepuk tangan  melihat beragam perubahan yang terjadi???. Sebenarnya perubahan yang seperti apa? Perubahan yang bagaimana? …



Monday, 19 October 2009

We Concerned About You


we concerned about your life 
we focus with u'r potential
"WE CARE ABOUT YOU"