Love and families is the primary motivation

Membangun asa dan rasa, merajut tali silaturahmi bersama, untuk sebuah komitmen yang Kami impikan. -PAL-

Me n My Best Friend's

D'Barbelz :D i'ts so long time we'r not see each other "FRIEND'S"

Lets Think

Life is Short Play More, kehidupan ini singkat sayang sekali kalau hanya membuktikan bahwa yang mereka katakan adalah benar.

Bersuara bagi yang tak Terdengar

Perjuangan dalam kehidupan bukan bagaimana kita menjadi lebih baik, tapi bagai mana saya dan lingkungan saya menjadi lebih baik dengan keberadaan kita.

Menunggu bukan berarti Diam

Membangun dan Menata apa yang mereka harapkan, apa yang mereka inginkan dan banggakan. n I wont to be the best person not only for them but for me too.

Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Wednesday, 3 September 2014

Positive Change's (Part 1)

Recently, we 've seen a lot of changes happened around us, especially in technology area and development in that area increasingly sophisticated. The changes have not been imagined by us earlier, now occurring in front of us. Then the changes will not inconceivable will happened again filling the future.
The change certainly would change also the live of ordinary people, either in areas politics, social, and culture. then who make changes that happen? How that happens?, and how we actively involved filling out those changes?

Starting from Dream.
"I Have Dreams!" is the word that always come from the mouth of the children. No matter how high, no matter how large, and no matter how far that dream of the themselves. As the increase of the age, the boundary of self ability getting to be distinctly seen, such a looking at the roof and walls of the room (so narrow and full limitations).

Then, what are you dreams? and what do you expect?

nothing can make a person so very exited and very tired, a side from the dreams and expectations of own self. the changes was born form the spirit for a better and a passion to reach a dream.

Dreams and Problems
when some one start dreaming, then form that time began to have new problems of his life. that is " How I reached my dream?"

One of friends once said that the problem is something that can make you into a good person. the problem that we face is the processes  of a journey that we needs facing to achieve our dreams.

and then what kind of situations, which are described as issues that can improve quality of our selves? Let's see:
-
- are the situations where we have ability and willingness to finish it?
- are the situations where we don't have ability and wanted to finish it?
- are the situations where we have ability but reluctant to finish it?
- are the situations where we don't have ability and reluctant to finish it?

A situation when we have ability the ability and willingness to settle a problem is the problem can keep our ability to subsist on ourselves, these problems could be in make maintain ability of self. whereas, situation where we have not ability but wanted to accomplish, this is a situation where we can learn new skills.

situation where we have the ability but reluctant to finish it is the situation where we get stuck and even the condition of decreased ability we have. and situation we have not ability and reluctant to finish it is the situation where we plunge and filled with sense of sighing.

in islam delivered in Al-Quran surat Al-Baqoroh paragraph 286 where it said that "Allah does not charge a soul except [with that within] its capacity". Problems would take us to the slump where we are reluctant to and evasive to resolve it. 

Find a Dream

"How do i find a dream of my life?"

someone would not find something just in silence. just like a gem, which is located in a mountain not getting out by itself and glisten suddenly. need to find and sharpened to obtain and glisten beautiful. 

consistent effort will bring in a direction that will take on your dream. and started from question of yourself about what you must do now?.

Climb that mountain is in your sight, instead of mountain away from you that you can't climb at the moment. in the presence of mountain climbing will able to increase your ability and endurance. and when you reach the top of mountain, new perspective board will unfolds before. so you can prefer which the higher mountain, who want you to climb up.

simply, life as we would to climb up a mountain or down the valley, when we climb will requiring more effort but we become having a wider outlook will life. while the down valley will bring us to the limitation of views. 
  
 

Perubahan yang Positif (Bagian 1)




Akhir-akhir ini, kita banyak melihat banyak perubahan yang terjadi di sekeliling kita, terutama dalam bindang teknologi dan perkembangannya yang semakin canggih. perubahan yang tidak terbayangkan oleh kita sebelumnya, kini terjadi di hadapan kita. maka perubahan yang tidak akan terbayangkan akan kembali terjadi mengisi dekade-dekade yang akan datang. perubahan tersebut tentunya akan merubah pula tataran keidupan masyarakat baik di bidang sosial, politik, dan budaya. lalu siapa yang membuat perubahan itu terjadi? bagaimana perubahan itu terjadi, dan bagaimana kita aktif terlibat mengisi perubahan tersebut?

BERAWAL DARI IMPIAN

"Aku Punya Impian!" adalah kata yang selalu terucap dari mulut anak-anak. tak peduli seberapa tinggi, tak peduli seberapa besar, dan tak peduli seberapa jauh impian tersebut dari diri mereka. seiring pertambahan usia, batasan batasan akan kemampuan diri semakin jelas terlihat seperti layaknya memandang atap dan dinding kamar (begitu sempit dan penuh keterbatasan).

Lalu, Apa saja impian anda? dan Apa saja yang anda harapkan?

"tidak ada yang dapat membuat seseorang begitu sangat bersemangat dan begitu sangat lelah, selain dari impian dan harapan pada diri orang itu sendiri". peruahan lahir dari semangat untuk menjadi lebih baik dan semangat untuk menggapai mimpi.

MIMPI DAN MASALAH

Ketika seseorang mulai bermimpi, maka dari detik itu pula seseorang mulai memiliki permasalahan baru dalam kehidupannya. yaitu: " bagaimana aku mencapai mimpiku ........???"

salah seorang teman pernah berkata bahwa masalah adalah sesuatu yang dapat membuat mu menjadi manusia yang berkualitas.masalah yang kita hadapi adalah proses perjalanan yang perlu kita hadapi untuk mencapai impian kita.

lalu situasi yang seperti apa, yang dikatakan sebagai masalah yang dapat meningkatkan kulitas diri kita? mari kita lihat:
- apakah situasi dimana kita memiliki kemampuan dan kemauan untuk menyelesaikannya?
- apakah situasi dimana kita tidak memiliki kemampuan tapi ingin untuk menyelesaikannya?
- apakah situasi dimana kita memiliki kemampuan tapi enggan untuk menyelesaikannya? ataukah
- situasi dimana kita tidak memiliki kemampuan dan enggan untuk menyelesaikannya?

situasi dimana kita memiliki kemampuan dan kemauan untuk menyelesaikan suatu permasalahan adalah permasalahan yang dapat menjaga kemampuan kita untuk tetap ada pada diri kita masalah ini dapat di jadikan sebagai maintain ability of self.  sedangkan, situasi dimana kita tidak memiliki kemampuan tapi ingin untuk menyelesaikannya adalah situasi dimana kita dapat belajar keahlian yang baru.

situasi dimana kita memiliki kemampuan tapi enggan untuk menyelesaikannya adalah situasi dimana kita akan mengalami kondisi stuck dan bahkan mengalami penurunan kemampuan yang kita miliki. dan situasi dimana kita tidak memiliki kemampuan dan enggan untuk menyelesaikannya adalah situasi dimana kita akan terpuruk dan dipenuhi dengan rasa keluh dan kesah.

Dalam islam disampaikan dalam surat Al-Baqoroh ayat 286 diaman dikatakan bahwa " Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya". Permasalan yang akan membawa kita menjadi terpuruk adalah situasi dimana kita enggan  dan menghindar untuk menyelesaikannya.

MENEMUKAN MIMPI

"Bagaimana aku menemukan mimpi hidupku?"

Seseorang tidak akan menemukan sesuatu hanya dengan berdiam diri. seperti halnya permata yang berada di sebuah gunung, tidak akan keluar dengan sendirinya dan berkilau tiba-tiba. perlu dicari dan diasah untuk mendapatkan dan menjadi berkilau indah.

Upaya yang konsisten akan membawamu pada arah yang membawamu pada mimpimu. dan dimulai dari pertanyaan akan dirimu sendiri mengenai apa yang harus kau lakukan sekarang dan saat ini juga.

Dakilah gunung yang berada di hadapanmu, bukan gunung yang jauh dari dirimu yang tidak bisa kau daki saat ini. pendakian akan gunung dihadapanmu dapat membentuk kemampuanmu dan ketahananmu. dan ketika kau mencapai puncaknya, pandangan baru yang luas akan terbentang di hadapan, dan dengan begitu kamu dapat lebih memilih gunung yang lebih tinggi untuk kau daki yang berada di hadapanmu.

secara sederhana, kehidupan seperti halnya kita meniki suatu gugung atau menuruni lembah, diamana ketika kita mendaki akan memerlukan usaha yang lebih namun kita menjadi memiliki pandangan yang lebih lluas akan kehidupan. sedangkan menuruni lembah akan membawa kita pada keterbatasan pandangan.




 

Thursday, 10 July 2014

Nilai PLUS +


Ada satu kisah mengenai tiga orang pemuda yang sedang mencari pekerjaan. Ketiga orang pemuda tersebut tiba di sebuah pelabuhan dan menemukan sebuah kapal besar yang sedang membutuhkan 3 awak kapal. mendaftarlah ketiga pemuda tersebut.
Kapten kapal menanyakan satu hal kepada ketiga pemuda tersebut, pertanyaan itu adalah "Apa Keahlian yang kalian miliki?"




pemuda pertama di tunujuk dan menjawab, pemuda pertama lama berfikir dan terus berfikir lebih keras untuk mencari apa keahliannya, dan pemuda itu menjawab. "aku bingung apa keahlianku ya kapten.... :(" sambil bersedih hati pemuda tersebut menjawab pertanyaan itu.
pemuda kedua lalu menjawab, " aku tak lebih baik dari yang pertama, aku hanya bisa memasak ya kapten, :)." pemuda tersebut sambil tersenyum menjawab pertanyaan sang kapten.
pemuda ketiga langsung menjawab, setelah beberapa saat pemuda ke dua menjawaab. " KAPTEN, banyak hal yang bisa saya lakukan, saya bisa bermain musik, saya bisa bermain drama, tubuh saya lincah, saya bisa dengan cepat mengantarkan sesuatu, saya bisa memanjat, saya bisa berenang, saya bisa melukis, saya bisa beladiri. dan masih banyak hal yang saya bisa KAPTEN. :D." pemuda tersebut banyak sekali menyebutkan apa yang dia bisa, dan dengan sangat bangga pemuda tersebut memberitahukannya pada sang kapten.

lalu apa yang dikatakan terhadap ketiga pemuda tersebut oleh sang kapten?.......

sang kapten mulai menjawab"

Pemuda kedua, kau saya tempatkan menjadi koki di kapal ini.
Pemuda pertama, kau bantu pemuda kedua untuk memasak di dapur kapal.

dan pemuda ketiga, Mmm.......... (sang kapten lama berfikir)........... kau saya jadikan OB di kapal ini.


Kalau saja kapten itu adalah kalian, posisi apa yang akan kalian berikan pada ketiga pemuda tersebut? apa sama sperti yang diberikan sang kapten?

seseorang tidak memerlukan banyak keahlian untuk menjadi seseorang yang berguna bagi lingkungannya, Hanya SATU yang perlu kalian miliki dan kalian menjadi ahli dalam bidangnya. hal tersebut yang menjadikan pemuda kedua langsung mendapatkan peran yang sesuai dengan apa yang dia senangi dan apa yang menjadi keahliannya.
  

Saturday, 26 January 2013

INTERNATIONAL YOUTH DAY @2011

PERAYAAN INTERNATIONAL YOUTH DAY - MITRA CITRA REMAJA 2011
International Youth Day merupakan hasil prakarsa para Menteri Kepemudaan Sedunia pada tanggal 8-12 Agustus 1998 di Lisbon.International Youth Day bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran juga meningkatkan partisipasi remaja dalam menghadapi berbagai isu yang berkembang di masyarakat baik itu dalam bidang  pendidikan, kesehatan reproduksi, dan lingkungan.Hingga saat ini, International Youth Day di Kota Bandung telah diadakan sebanyak 7 kali dengan beragam tema yang berbeda.International Youth Day ini merupakan salah satu wadah bagi remaja untuk berkreasi sekaligus mengemukakan pendapat mereka mengenai isu-isu dan permasalahan dikalangan remaja saat ini.
Remaja sendiri (usia 10 - 24 tahun) adalah sebuah fase dari kehidupan yang sangat unik, masa peralihan dari kanak-kanak menuju dewasa. Masa terjadinya perubahan hormonal yang sangat berpengaruh terhadap perubahan fisik, emosional, serta sosiologis yang dipengaruhi oleh masyarakat, teman sebaya, dan media massa. Masa ini dianggap sebagai fase yang paling sulit dilalui oleh individu karena ia harus menyesuaikan diri dengan perubahan yang dialaminya dan juga tuntutan dari lingkungannya.
Kini, remaja Indonesia usia 10-24 tahun sudah mencapai 62 juta (30,3% dari total penduduk Indonesia).Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk menumbuhkan dan meningkatkan kepedulian remaja terhadap berbagai isu yang berkembang, antaralain isu mengenai lingkungan, pendidikan, dan kesehatan reproduksi, dan hal tersebut merupakan beberapa isu yang perlu mendapatkan perhatian.
Salah satu isu yang diusung International Youth Day adalah isu lingkungan. Isu ini ramai dibicarakan sejak tahun 2001 adalah pemanasan global (global warming).Kemudian pada tahun 2007 laporan IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change), menunjukkan bahwa secara rata-rata global aktivitas manusia semenjak tahun 1750 menyebabkan adanya pemanasan.  Pemanasan global (global warming) pada dasarnya merupakan proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dan trooksida (N2O) yang menyebabkan sinar matahari terperangkap dalam atmosfer bumi. Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan berbagai perubahan yang antara lain meningkatnya permukaan laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim. Peran remaja dalam memperbaiki bumi mungkin tidak akan sebesar apa yang dilakukan oleh para ahli dan tokoh-tokoh besar di dunia. Namun dengan melibatkan remaja untuk berperan aktif dan peduli dengan permasalahan lingkungan ini, maka setidaknya akan meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat yang akan datang terhadap lingkungan sekitarnya.
Isu kedua yang di angkat dalam kegiatan Youth day ini adalah Isu pendidikan. Dimana  menurut Piaget, seorang tokoh psikologi perkembangan dari Swiss, remaja telah berada pada tahap pemikiran formal operational. Pada periode ini remaja akan mengembangkan pemikiran abstrak. Secara tidak langsung remaja semakin mengembangkan pemikiran logis dan mulai bisa merencanakan sesuatu yang sistematis. Berdasarkan kondisi tersebut, seharusnya remaja sudah bisa mandiri dengan konsep diri dan pemikirannya. Oleh karena itu melalui kegiatan International Youth day ini diharapkan remaja memiliki wadah untuk mengekspresikan ide kreatif mereka.
Isu  yang terakhir adalah mengenai Kesehatan Reproduksi Remaja. Berdasarkan Fact Sheet Yang telah dibuat oleh Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), Bahwa 15% dari mereka telah melakukan hubungan seks diluar nikah sementara setiap tahunnya ada sekitar 2,3 juta kasus aborsi di Indonesia dimana 20% diantaranya adalah aborsi yang dilakukan oleh remaja. Hingga September 2005 terdapat 4186 kasus AIDS dan 4065 kasus HIV positif di Indonesia , 46,9 % terjadi pada remaja usia 15-19 tahun (43,5% terinfeksi melalui hubungan seks yang tidak aman dan 50% terinfeksi melalui penggunaan narkotik dengan jarum suntik). Lebih spesifik lagi, dari 16482 kasus konsultasi MCR tahun 2001- 2010, didominasi oleh kasus-kasus kesehatan reproduksi (perilaku seksual, kehamilan tidak diinginkan, aborsi, PMS, HIV/AIDS dll). Data di atas dapat menjadi landasan bahwa remaja harus lebih perduli terhadap kesehatan reproduksi dirinyas endiri dan orang disekitarnya sehingga remaja dapat menampilkan diri sebagai individu yang sehat dan bertanggung jawab.
Kompleksitas masalah remaja yang menyangkut masalah kesehatan baik fisik, psikologis dan sosial, membutuhkan kepedulian dan peran serta dari semua pihak  termasuk dari remaja itu sendiri.Peran serta ditujukan untuk mencapai remaja sehat dan bertanggung jawab secara menyuluruh, laki-laki dan perempuan, baik kaya ataupun miskin. 


Thursday, 17 January 2013

Cos Your Young, Don't let them Talk to Your Life

Aku dengar ada yang bicara,
Papa mamaku punya cita-cita,
Dia baru berusia lima,
Tapi semangatnya sungguh sempurna.

Never in your life, let them talk to you like you can not,
Yes, you’re young but you’re right,
Walk your miles, do your part with a smile,
’cause you’re young, you’re young, you’re young

Hidupku itu adalah aku,
Bukan kamu dan ragumu, jangan sama-samakanku
Biar ku berlari pakai hati,
Tak berhenti sampai mati, aku muda aku bisa.

Melihat penggalan lyric yang dinyanyikan oleh Agnes Monica, seringkali yang muda tidak diberikan kesempatan untuk menentukan apa yang dipilihnya. Alasannya karena mereka muda, dan tidak bisa ........!!!! Apakah itu hanya sebagai alasan saja?, ataukan memang yang muda benar-benar tidak dapat menentukan pilihan?


"Papa Mamaku Punya Cita-cita....."

Setiap orang yang terlahir, pastinya memiliki cita-cita. termasuk saya, kamu, mereka, orang tua, dan kake nenek. Pertanyaannya; Apa cita-cita itu dilanjutkan dan diwariskan? "ternyata bukan harta aja yang diwariskan tapi cita-cita juga ya *_@ hehehehe.... 


"lalu pertanyaanya apa cita-cita mereka sama?"


Apabila berbeda apa kita wajib melakukan apa yang mereka cita-citakan? 
lalu kamana cita-cita kita?.... 
let them talk to you like you can not-----Yes, you’re young but you’re right-----Walk your miles, do your part with a smile---’cause you’re young. yupz... Biarkan mereka bicara tentang apa yang mereka lakukan, tapi tidak menjadikan kita ragu dalam menjalani apa yang kita yakini. Apa yang kita pilih adalah jalan yang memang baik untuk kita pilih. Menjalani apa yang kita pilih dengan senyuman dan penuh tanggung jawab,berarti melakukan hal yang terbaik, yang dapat kita bisa lakukan.  
Bung Karno berpendapat mengenai sejarah dengan ucapan, JASMERAH "jangan sekali-kali melupakan sejarah". Mengacu pada sejarah yang dibangun oleh kaum muda sebelumnya, menjadikan pemuda hari ini memiliki kewajiban melukiskan sejarahnya sendiri. 
Bukan meniru, 
Bukan mengulang, 
Bukan juga untuk dilanjutkan, 
namun, kita perlu berkaca, belajar, melihat, mendengar, merencanakan, dan membentuk sebuah sejarah baru yang lebih baik dari sebelumnya. Bukan untuk tidak melihat dan menutup mata, bahwa masa muda orang tua kita tidak pernah terjadi, dan berbeda. Tapi dari pengalaman mereka kita bisa menilai apakah kita lebih baik atau tidak.
Apa dengan mengikuti jejak orang tua kita bisa membawa kesuksesan dan perubahan yang lebih baik bagi kita?

Apa dengan menempuh jalan yang dipikirkan oleh kita bisa membawa kesuksessan dan perubahan yang lebih baik bagi kita?

cita-cita itu bukan diharapkan dan diimpikan tapi direncanakan dan dibangun.
.

"let them talk to you like you can not"



Hidupku itu adalah aku
Bukan kamu dan ragumu, jangan sama-samakanku
Biar ku berlari pakai hati
Tak berhenti sampai mati, aku muda aku bisa

We life is short, too bad if you only to prove "what they say is true"

Wednesday, 16 January 2013

Konseling Teman Sebaya (Peer Helping)

Pada awalnya konseling teman sebaya muncul dengan konsep dasar peer Helping yang dimulai pada tahun  1939 untuk membantu para penderita alkoholik (Carter, 2005: 2). Dalam konsep tersebut diyakini bahwa individu yang pernah kecanduan alkohol, dan memiliki pengalaman berhasil mengatasi kecanduan tersebut akan lebih efektif dalam membantu individu lain yang sedang mengatasi kecanduan alkohol. Dari tahun ke tahun konsep teman sebaya terus merambah kesejumlah seting dan isu. Konsep dasar peer helper ini sejalan dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Carkhuff yang mengatakan “All relationship are helping relationship. It depends on the helping skills you have” (Carkhuff, Pierce & Cannon, 1980; Aldag Mine. 2005: 20).
Pada dasarnya konseling teman sebaya merupakan suatu cara bagi siswa belajar bagaimana memperhatikan dan membantu anak lain, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari (Carr, 1981 : 3). Sementara itu, Tindall dan Gray (1985 : 5) mendefiisikan konseling teman sebaya sebagai suatu ragam tingkah laku membantu secara interpersonal yang dilakukan oleh individu nonprofessional yang berusaha membantu orang lain. Menurut Tindall & Gray, konseling teman sebaya mencakup hubungan membantu yang dilakukan secara individual (one-to-one helping relationship), kepemimpinan kelompok, kepemimpinan diskusi, pemberianturorial, dan semua aktivitas interpersonal manusia untuk membantu atau menolong. Definisi lain menekankan konseling teman sebaya sebagai suatu metode, seperti yang dikemukakan oleh Kan (1996: 3) “peer counseling is the use problem solving skills and active listening, to support people who are our peers”. Meskipun demikian, Kan mengakui bahwa keberadaan konseling teman sebaya merupakan kombinasi dari dua aspek yaitu teknik dan pendekatan. Berbeda dengan Tindall dan Gray, Kan membedakan antara konseling teman sebaya dengan dukungan teman sebaya (Peer Support). Menurut Kan peer support lebih bersifat umum (bantun informal: saran umum dan nasehat diberikan oleh dan untuk teman sebaya) sementara peer counseling merupakan suatu merode yang terstruktur. Menurut Kan (1996), elemen-elemen pokok dari konseling teman sebaya adalah.
Premis dasar yang mendasari konseling teman sebaya adalah bahwa pada umumnya individu mampu menemukan solusi-solusi dari berbagai kesulitan yang dialami, dan mampu menemukan cara mencapai tujuan masing-masing.
Kenyataan bahwa Peerhelper adalah seorang teman sebaya dari remaja sekolah yang menyediakan kontak diantara keduanya antara konselor sekolah dengan remaja lain, memiliki pengalaman hidup yang sama yang memungkinakan membuat rileks, memungkinkan bertukan pengalaman dan menjaga rahasia tentang apa yang dibicarakan dan dikerjakan dalam pertemuan tersebut. Terdapat kesamaan kedudukan (equality) antara Peer helper dengan konseli, meskipun peran masing-masing berbeda, mereka berbagi pengalaman dan bekerja berdampingan. Semua teknik yang digunakan dalam konseling teman sebaya membatu konseli dalam memperoleh pemahaman dan pengalaman tentang dirinya, mendorong sumber-sumber kreativitas, membantu konseli menyadari emosi, keinginan, dan kebutuhan-kebutuhannya. Keputusan tentang kapan akan memulai dan mengakhiri serta di mana akan dlakukan konseling teman sebaya, terletak pada konseli. Seorang teman sebaya dapat berupa seseorang dalam situasi atau kondisi yang sama, atau seseorang dengan usia sebaya, atau seseorang dengan latar belekang, dan budaya yang sama.
Benang merah yang dapat ditarik dari berbagai pendapat mengenai pengertian dari konseling teman sebaya adalah bahwa: a) konseling teman sebaya merupakan ragam tingkah laku saling memperhatikan dan saling membantu di antara teman sebaya, b) kegiatan saling bantu tersebut dilakukan oleh indvidu non-profesional di bidang helping, c) kegiatan tersebut berlangsung dalam kehidupan sehari-hari, d) keterampilan yang dibutuhkan dalam kegiatan membantu tersebut adalah keterampilan mendengarkan secara aktif, dan keterampilan problem solving, e) kedudukan antara individu yang membantu dan individu yang dibantu adalah setara (equal) (Suwarjo, 2005: 27). Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut, dalam penelitian ini peer helping dimaknai sebagai aktivitas saling membantu dan memperhatikan secara interpersonal di atanra sesama remaja sebagai siswa, yang berlangsung dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, dengan menggunakan keterampilan mendengarkan aktif dan keterampilan problem solving, dalam kedudukan setara (equal) di antara teman sebaya tersebut.
Teman sebaya atau peers adalah anak-anak dengan tingkat kematangan atau usia yang kurang lebih sama. Konseling sebaya merupakan suatu bentuk pendidikan psikologis yang disengaja dan sistematik. Konseling sebaya memungkinkan siswa untuk memiliki keterampilan-keterampilan guna mengimplementasikan pengalaman kemandirian dan kemampuan mengontrol diri yang sangat bermakna bagi remaja secara khusus konseling teman sebya tidak memfokuskan pada proses berfikir, proses-proses perasan dan proses pengambilan keputusan. Dengan cara yang demikian, konseling sebaya memberikan kontribusi pada dimilikinya pengalaman yang kuat yang diburuhkan oleh para remaja yaitu respect. (Carr, 1981 : 4).
Kadang kala penggunaan istilah dalam menyebutkan bimbingan sebaya ini menimbulkan kekhawatiran bagi beberapa orang, karena khawatir berkonotasi sama dengan istilah yang ada pada bidang helper professional. Selain itu, Beberapa orang menyebut peer helper dalam penelitian yang diangkat oleh peneliti istilahnya di generalkan menjadi peerhelperataupun diberbagai seting lain dikenal dengan sebutan “peer facilitation”, “peer mediation”, “peer conflict resolution”, dan “peer education”. Maka dari itu, diperlukan adanya penegasan dalam mendefinisikan istilah untuk yang menjadi sosok peer helper itu sendiri yang bukanlah merupakan bantuan professional namun termasuk pada paraprofesional ketika konseling sebaya ini berfungsi sebagai pemberi bantuan bagi seseorang yang dalam hal ini “sebaya” yang menceritakan pengalamanya, nilai yang dimilikinya, serta gaya hidup yang ada pada dirinya. Dengan demikian, paraprofessional peer counseling di anggap sebagai suatu proses dimana individu yang berbagi kesamaan dalam hal; karakteristik, keyakinan, serta nilai yang dimilikinya dengan teman sebayanya, dalam hal ini memiliki kesamaan pada pendidikan dan pengalaman hidup, serta hidup dalam populasi yang sama.
Pada kesimpulannya, meskipun ada perbedaan dalam nama, tanggung jawab, serta prosedur yang sangat terkait dengan seting pelaksanaannya namun memiliki kesamaan dalam asumsi dasar, yaitu individu dalam hal ini remaja memberikan bantuan pada remaja lainnya dengan menggunakan keterampilan komunikasi serta intrapersonal yang dimilikinya.
Konseling teman sebaya dianggap penting karena pada dasarnya sebagian besar remaja lebih sering membicarakan masalah-masalah mereka dengan teman sebaya dibandingkan dengan orang tua, atau guru disekolah, untuk masalah yang dianggap sangat seriuspun mereka bicarakan dengan teman sebaya mereka. Apabila terdapat remaja yang akhirnya menceritakan masalah serius yang mereka alami kepada orang tua, atau guru, biasanya karena sudah terpaksa (pembicaraan dan upaya pemecahan masalah bersama teman sebaya megalami jalan buntu). Hal tersebut terjadi karena remaja memiliki keterkaitkan serta ikatan terhadap teman sebaya yang kuat. Kelekatan yang terjadi antra remaja antara lain karena remaja merasa bahwa orang dewasa tidak dapat memahami mereka dan mereka yakin bawa hanya sesama merekalah dapat saling memahami. Keadaan yang demikian sering menjadikan remaja sebagai suatu kelompok yang eksklusif. Fenomena ini muncul sebagai akibat dari berkembangnya karekterstik personal fable yang didorong oleh perkembangan kognitif dalam masa formal oprations (Steinberg, 1993: Santrock ,2004: 204). Keeratan, keterbukaan dan perasaan senasib di antara sesama remaja dapat menjadi peluang bagi upaya memfasilitasi perkembangan remaja. Pada sisi lain, beberapa karekateristik psikologis remaja (emosioal,  & labil) juga merupakan tantangan bagi layanan yang memanfaatkan peer helper.

Kerangka Pemikiran Konsep PeerHelper
Salzer and his Associates (2002. Aldag, 2005 :4) mengemukakan lima teori yang mendasari Peer Delivered services, yaitu: teori dukungan sosial, experience knowledgehelper-therapy, teori pembelajaran sosial, dan teori perbandingan sosial. Studi lain yaitu social interest yang dikemukakan oleh Adlerian menjelaskan mengenai pelatihan peer helper, bahwa dalam perkembangannya teori Adler menyatakan bahwa dengan menolong antara sesama akan meningkatkan rasa kebersamaan dan rasa saling kebergantungan (Interdependence) antara individu. Pendapat lain menyetakan bahwa, dengan menolong sesamanya, individu membantu dirinya untuk mengembangkan sense of being and living (Aldag, 2005: 4).     
Terlepas dari penelitian mengenai peer helper, diperlukan adanya beberapa teori yang benar-benar menjadi dasar pengembangan dan asumsi awal mengenai peer helper. Konsep mengenai peer helper dalam Family Health International (2006; Aldag, 2005:17) mengemukakan asumsi serta dasar pengambangan peer helper, yaitu:
1) Social Learning Theory (Bandura). Dimana teori ini mengemukakan bahwa manusia merupakan model bagi manusia lainnya, dan beberapa orang (significant other) memiliki pengaruh untuk mendatangkan perubahan pada diri inidividu, baik itu secara nilai-nilainya maupun persepsi mereka
2) Theory of Reasoned Action, menyatakan bahwa satu elemen yang paling mempengaruhi perubahan perilaku pada diri suatu individu mengenai orang lain disekitanya terletak pada bagaimana norma sosial serta persepsi yang dimiliki. 
3) Diffusion of innovation Theory, menyatakan bahwa orang yang dapat dipercaya (dalam hal ini adalah pemimpin) dari suatu populasi merupakan seseorang yang membahwa perubahan pada perilaku melalui pemberian informasi, dan mempengaruhi norma dalam kelompok pada suatu komunitas 
4) Health Belief Model, menjelaskan bahwa perilaku yang sehat yang ada pada diri seorang individu dirasakan pada perasaan kelemahan, kesenjangan, serta keuntungan. Karena itu, jika seseorang mendasarkan diri pada hasil yang baik, maka dirinya akan mengambil suatu hasil yang baik pula.
Berbagai macam teori yang dikemukakan di atas bukanlah menjadi sesuatu hal yang bertolak belakang antara satu dengan yang lainnya. Teori-teroi dasar yang dikemukakan merupakan suatu upaya dalam memahami konsep peer helper secara lebih mendalam.

Thursday, 10 January 2013

Peran Wartawan dalam Isu Kesehatan Remaja


Peran sentral remaja sebagai generasi penerus bangsa dan agent of change  menjadikan remaja menjadi lebih menarik dan tidak pernah lepas menjadi objektifikasi media. Hal ini mengakibatkan remaja sangat rentan dan berpotensi mengalami tindakan diskriminasi dan stigmatisasi, yang semuanya berakibat kepada rentannya remaja untuk mengakses informasi dan layanan kesehatan yang baik (Youth Friendly).

Perilaku seksual pra nikah telah menjadi bagian dari kehidupan remaja di Indonesia. Aktifitas seksual tersebut mulai berciuman bibir, meraba-raba dada, menggesekkan alat kelamin (petting) hingga berhubungan badan. Statistik data akses layanan kesehatan reproduksi remaja Mitra Citra Remaja PKBI JABAR (2011) menunjukkan bahwa sekitar 28% dari 285 remaja di Indonesia telah melakukan aktivitas seksual di luar nikah, dan 6%nya dikarnakan remaja dipaksa melakukan aktivitas seksual oleh pasangannya. Berdasarkan hasil penelitian Annisa Foundation pada tahun 2006 yang melibatkan siswa Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Umum di Cianjur terungkap bahwa 42,3% pelajar telah melakukan hubugan seks yang pertama saat duduk di bangku sekolah. Beberapa dari siswa mengungkapkan bahwa dia melakukan hubungan seks tersebut berdasarkan rasa suka tanpa ada paksaan.

Dampak berikutnya adalah kehamilan tidak diinginkan yang mendorong terjadinya aborsi. Data WHO menyebutkan bahwa 15 - 50% kematian ibu disebabkan karena pengguguran kandungan yang tidak aman. Departemen Kesehatan RI mencatat bahwa setiap tahunnya terjadi 700 ribu kasus aborsi pada remaja atau 30% dari total 2 juta kasus dimana sebagian besar dilakukan oleh dukun (unsafe abortion). Dari penelitian yang dilakukan PKBI tahun 2005 di 9 kota mengenai aborsi dengan 37.685 responden, dimana 27 % dilakukan oleh klien yang belum menikah dan biasanya sudah mengupayakan aborsi terlebih dahulu secara sendiri dengan cara meminum jamu khusus. Sementara 21,8 % dilakukan oleh klien dengan kehamilan lanjut dan tidak dapat dilayani permintaan aborsinya.

Data dari Directorate General CDC & EH, Ministry of Health, Republic of Indonesia mengungkapkan bahwa per 31 Desember 2011 dilaporkan terdapat 28.757 kasus HIV dan AIDS dimana 1069 kasus terjadi pada remaja usia 15 – 19 tahun (98 kasus karena penggunaan narkoba suntik), 13.053 kasus terjadi pada remaja usia 20 – 29 tahun (14.775 kasus karena hubungan heteroseksual). Artinya, 1 dari 2 penderita HIV dan AIDS adalah remaja berusia 15 – 29 tahun.

Salah satu cara untuk mengintervensi penurunan kasus ini adalah dengan menyediakan akses informasi dan pelayanan kesehatan reproduksi dan seksual yang berperspektif gender dan berbasis hak bagi remaja. Peran media dan wartawan pada khususnya sangat penting dalam penyebaran informasi dan isu-isu kesehatan reproduksi remaja ini. Pemberitaan yang sensitif dan memiliki pesan yang kuat akan membangun keberpihakan terhadap kebutuhan kesehatan reproduksi dan seksual remaja sehingga dapat mendorong kepedulian banyak pihak terutama pemerintah dan wartawan dalam menyangkut isu ini.

Wartawan adalah aktor kunci yang dapat membantu melakukan pendidikan terhadap publik termasuk melakukan advokasi (pembelaan) terhadap pemenuhan hak-hak reproduksi dan seksual remaja. Tentu saja peran berharga ini akan dapat dijalankan jika wartawan memahami konteks isu kesehatan reproduksi dan seksual remaja serta ditunjang dengan data-data yang relevan (evidence base).


Thursday, 3 November 2011

YOUTH FORUM DECLARATION

WHEREAS, young people (10-24) comprise a significant demographic sector of Asia and Pacific which accounts for half of the world’s young population and some 850 million in the region, making us an important asset and source of opportunity for national and regional development;

WHEREAS, a large number of young people are engaged in high risk sexual behaviour of which most are unprotected, leading to issues on sexual and reproductive health such as early and unintended pregnancies, STIs including HIV and AIDS, unsafe abortion, gender-based violence; the adolescent birth rate is 53.7 for South Asia and 40.4 in South East Asia[1]. Young girls and young women are more at risk of experiencing pregnancy-related complications and may resort to unsafe abortion, thus further increasing maternal mortality.  This can be attributed to lack of comprehensive sexuality education, access to reliable and unbiased sources of information and youth friendly services.


Tuesday, 1 November 2011

6th APCRSHR

Konfrensi remaja se-asia pacific tahun 2011 kali ini diadakan di Universitas Gajah Mada Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Konfrensi APCRSHR merupakan konfrensi yang ke-6, dan sebelumnya “konfrensi ke-5” diadakan di Beijing yang menghasilkan suatu susunan dan disaign arah pergerakan untuk terciptanya remaja yang sehat secara reproduksi dan seksual. Sesuai dengan nama yang diusung, konfrensi ini diikuti oleh berbagai remaja se-asia pacific yang memiliki kepedulian terhadap kesehatan reproduksi, khususnya kesehatan reproduksi remaja. Youth Forum yang terdapat pada APCRSHR memberikan kesempatan untuk bertemunya berbagai komunitas remaja, NGO, komunitas donor, dan UN agency, akan tetapi yang terpenting  forum APCRSHR memberikan kesempatan remaja untuk mengorganisir suatu organisasi oleh remaja sendiri.

Thursday, 25 March 2010

Pendidikan Seks Pada Remaja


"MEMBERIKAN PENDIDIKAN SEKS PADA REMAJA TIDAK BERARTI MENDORONG MEREKA UNTUK MELAKUKAN  HUBUNGAN SEKS"

Seringkah kita mendengar ada yang tauran pelajar, seringkah saat ini kita mendengar pelajar yang membuat kerusuhan, dan bandingkan dengan selintingan berita mengenai pelajar yang hamil diluar nikah karena terjeremus dalam perilaku seks yang beresiko. Apakah bentuk kenakalan remaja saat ini semakin bergeser, ataukah ada peranan media masa dalam melaluikan publikasi terhadap kenakalan remaja saat ini?......  

Nah, kalau sekiranya kenakalan remaja bergeser pada pergaulan seks beresiko, maka pertanyaan yang  mungkin akan muncul dalam benak kita adalah "Apa dan siapa yang menyebabkan ini semua ini terjadi?" apakah model pendidikan yang kurang tepat menjadi penyebabnya?, apakah ada padangan yang keliru terkait memberikan pendidikan kepada remaja dari lingkungan keluarga dan masyarakat ?, ataukah karena banyaknya informasi yang cenderung mengandung konten prono pada sistem informasi digital yang lebih mudah diakses (Audio & Vidio)?