Love and families is the primary motivation

Membangun asa dan rasa, merajut tali silaturahmi bersama, untuk sebuah komitmen yang Kami impikan. -PAL-

Me n My Best Friend's

D'Barbelz :D i'ts so long time we'r not see each other "FRIEND'S"

Lets Think

Life is Short Play More, kehidupan ini singkat sayang sekali kalau hanya membuktikan bahwa yang mereka katakan adalah benar.

Bersuara bagi yang tak Terdengar

Perjuangan dalam kehidupan bukan bagaimana kita menjadi lebih baik, tapi bagai mana saya dan lingkungan saya menjadi lebih baik dengan keberadaan kita.

Menunggu bukan berarti Diam

Membangun dan Menata apa yang mereka harapkan, apa yang mereka inginkan dan banggakan. n I wont to be the best person not only for them but for me too.

Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Thursday, 7 January 2016

4 Hal Terpenting dalam Menjaga Kesehatan Menurut Ajaran Islam

Islam sesungguhnya sangat memperhatikan perinsip kesehatan terkait "Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati". Dalam hal ini di dalam islam terdapat empat upaya preventif yang dapat dilakukan manusia untuk menjaga kesehatannya, adapun upaya tersebut adalah:



Tuesday, 3 February 2015

Seksualitas Pria



Seksualitas: “semua hal yang ada sangkut pautnya dengan kemampuan untuk melakukan proses reproduksi”.

Saturday, 26 January 2013

INTERNATIONAL YOUTH DAY @2011

PERAYAAN INTERNATIONAL YOUTH DAY - MITRA CITRA REMAJA 2011
International Youth Day merupakan hasil prakarsa para Menteri Kepemudaan Sedunia pada tanggal 8-12 Agustus 1998 di Lisbon.International Youth Day bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran juga meningkatkan partisipasi remaja dalam menghadapi berbagai isu yang berkembang di masyarakat baik itu dalam bidang  pendidikan, kesehatan reproduksi, dan lingkungan.Hingga saat ini, International Youth Day di Kota Bandung telah diadakan sebanyak 7 kali dengan beragam tema yang berbeda.International Youth Day ini merupakan salah satu wadah bagi remaja untuk berkreasi sekaligus mengemukakan pendapat mereka mengenai isu-isu dan permasalahan dikalangan remaja saat ini.
Remaja sendiri (usia 10 - 24 tahun) adalah sebuah fase dari kehidupan yang sangat unik, masa peralihan dari kanak-kanak menuju dewasa. Masa terjadinya perubahan hormonal yang sangat berpengaruh terhadap perubahan fisik, emosional, serta sosiologis yang dipengaruhi oleh masyarakat, teman sebaya, dan media massa. Masa ini dianggap sebagai fase yang paling sulit dilalui oleh individu karena ia harus menyesuaikan diri dengan perubahan yang dialaminya dan juga tuntutan dari lingkungannya.
Kini, remaja Indonesia usia 10-24 tahun sudah mencapai 62 juta (30,3% dari total penduduk Indonesia).Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk menumbuhkan dan meningkatkan kepedulian remaja terhadap berbagai isu yang berkembang, antaralain isu mengenai lingkungan, pendidikan, dan kesehatan reproduksi, dan hal tersebut merupakan beberapa isu yang perlu mendapatkan perhatian.
Salah satu isu yang diusung International Youth Day adalah isu lingkungan. Isu ini ramai dibicarakan sejak tahun 2001 adalah pemanasan global (global warming).Kemudian pada tahun 2007 laporan IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change), menunjukkan bahwa secara rata-rata global aktivitas manusia semenjak tahun 1750 menyebabkan adanya pemanasan.  Pemanasan global (global warming) pada dasarnya merupakan proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dan trooksida (N2O) yang menyebabkan sinar matahari terperangkap dalam atmosfer bumi. Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan berbagai perubahan yang antara lain meningkatnya permukaan laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim. Peran remaja dalam memperbaiki bumi mungkin tidak akan sebesar apa yang dilakukan oleh para ahli dan tokoh-tokoh besar di dunia. Namun dengan melibatkan remaja untuk berperan aktif dan peduli dengan permasalahan lingkungan ini, maka setidaknya akan meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat yang akan datang terhadap lingkungan sekitarnya.
Isu kedua yang di angkat dalam kegiatan Youth day ini adalah Isu pendidikan. Dimana  menurut Piaget, seorang tokoh psikologi perkembangan dari Swiss, remaja telah berada pada tahap pemikiran formal operational. Pada periode ini remaja akan mengembangkan pemikiran abstrak. Secara tidak langsung remaja semakin mengembangkan pemikiran logis dan mulai bisa merencanakan sesuatu yang sistematis. Berdasarkan kondisi tersebut, seharusnya remaja sudah bisa mandiri dengan konsep diri dan pemikirannya. Oleh karena itu melalui kegiatan International Youth day ini diharapkan remaja memiliki wadah untuk mengekspresikan ide kreatif mereka.
Isu  yang terakhir adalah mengenai Kesehatan Reproduksi Remaja. Berdasarkan Fact Sheet Yang telah dibuat oleh Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), Bahwa 15% dari mereka telah melakukan hubungan seks diluar nikah sementara setiap tahunnya ada sekitar 2,3 juta kasus aborsi di Indonesia dimana 20% diantaranya adalah aborsi yang dilakukan oleh remaja. Hingga September 2005 terdapat 4186 kasus AIDS dan 4065 kasus HIV positif di Indonesia , 46,9 % terjadi pada remaja usia 15-19 tahun (43,5% terinfeksi melalui hubungan seks yang tidak aman dan 50% terinfeksi melalui penggunaan narkotik dengan jarum suntik). Lebih spesifik lagi, dari 16482 kasus konsultasi MCR tahun 2001- 2010, didominasi oleh kasus-kasus kesehatan reproduksi (perilaku seksual, kehamilan tidak diinginkan, aborsi, PMS, HIV/AIDS dll). Data di atas dapat menjadi landasan bahwa remaja harus lebih perduli terhadap kesehatan reproduksi dirinyas endiri dan orang disekitarnya sehingga remaja dapat menampilkan diri sebagai individu yang sehat dan bertanggung jawab.
Kompleksitas masalah remaja yang menyangkut masalah kesehatan baik fisik, psikologis dan sosial, membutuhkan kepedulian dan peran serta dari semua pihak  termasuk dari remaja itu sendiri.Peran serta ditujukan untuk mencapai remaja sehat dan bertanggung jawab secara menyuluruh, laki-laki dan perempuan, baik kaya ataupun miskin. 


Thursday, 10 January 2013

Peran Wartawan dalam Isu Kesehatan Remaja


Peran sentral remaja sebagai generasi penerus bangsa dan agent of change  menjadikan remaja menjadi lebih menarik dan tidak pernah lepas menjadi objektifikasi media. Hal ini mengakibatkan remaja sangat rentan dan berpotensi mengalami tindakan diskriminasi dan stigmatisasi, yang semuanya berakibat kepada rentannya remaja untuk mengakses informasi dan layanan kesehatan yang baik (Youth Friendly).

Perilaku seksual pra nikah telah menjadi bagian dari kehidupan remaja di Indonesia. Aktifitas seksual tersebut mulai berciuman bibir, meraba-raba dada, menggesekkan alat kelamin (petting) hingga berhubungan badan. Statistik data akses layanan kesehatan reproduksi remaja Mitra Citra Remaja PKBI JABAR (2011) menunjukkan bahwa sekitar 28% dari 285 remaja di Indonesia telah melakukan aktivitas seksual di luar nikah, dan 6%nya dikarnakan remaja dipaksa melakukan aktivitas seksual oleh pasangannya. Berdasarkan hasil penelitian Annisa Foundation pada tahun 2006 yang melibatkan siswa Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Umum di Cianjur terungkap bahwa 42,3% pelajar telah melakukan hubugan seks yang pertama saat duduk di bangku sekolah. Beberapa dari siswa mengungkapkan bahwa dia melakukan hubungan seks tersebut berdasarkan rasa suka tanpa ada paksaan.

Dampak berikutnya adalah kehamilan tidak diinginkan yang mendorong terjadinya aborsi. Data WHO menyebutkan bahwa 15 - 50% kematian ibu disebabkan karena pengguguran kandungan yang tidak aman. Departemen Kesehatan RI mencatat bahwa setiap tahunnya terjadi 700 ribu kasus aborsi pada remaja atau 30% dari total 2 juta kasus dimana sebagian besar dilakukan oleh dukun (unsafe abortion). Dari penelitian yang dilakukan PKBI tahun 2005 di 9 kota mengenai aborsi dengan 37.685 responden, dimana 27 % dilakukan oleh klien yang belum menikah dan biasanya sudah mengupayakan aborsi terlebih dahulu secara sendiri dengan cara meminum jamu khusus. Sementara 21,8 % dilakukan oleh klien dengan kehamilan lanjut dan tidak dapat dilayani permintaan aborsinya.

Data dari Directorate General CDC & EH, Ministry of Health, Republic of Indonesia mengungkapkan bahwa per 31 Desember 2011 dilaporkan terdapat 28.757 kasus HIV dan AIDS dimana 1069 kasus terjadi pada remaja usia 15 – 19 tahun (98 kasus karena penggunaan narkoba suntik), 13.053 kasus terjadi pada remaja usia 20 – 29 tahun (14.775 kasus karena hubungan heteroseksual). Artinya, 1 dari 2 penderita HIV dan AIDS adalah remaja berusia 15 – 29 tahun.

Salah satu cara untuk mengintervensi penurunan kasus ini adalah dengan menyediakan akses informasi dan pelayanan kesehatan reproduksi dan seksual yang berperspektif gender dan berbasis hak bagi remaja. Peran media dan wartawan pada khususnya sangat penting dalam penyebaran informasi dan isu-isu kesehatan reproduksi remaja ini. Pemberitaan yang sensitif dan memiliki pesan yang kuat akan membangun keberpihakan terhadap kebutuhan kesehatan reproduksi dan seksual remaja sehingga dapat mendorong kepedulian banyak pihak terutama pemerintah dan wartawan dalam menyangkut isu ini.

Wartawan adalah aktor kunci yang dapat membantu melakukan pendidikan terhadap publik termasuk melakukan advokasi (pembelaan) terhadap pemenuhan hak-hak reproduksi dan seksual remaja. Tentu saja peran berharga ini akan dapat dijalankan jika wartawan memahami konteks isu kesehatan reproduksi dan seksual remaja serta ditunjang dengan data-data yang relevan (evidence base).