Wednesday, 2 November 2011

Pendekatan dalam Pemahaman Perilaku

 & TEKNIK YANG  DIGUNAKAN DALAM SUATU PENDEKATAN

          Psikologi merupakan suatu ilmu untuk memahami suatu perilaku atau ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala jiwa. Menurut Singgih Dirgagunarsa (Sobur, Alex; 2005) psikologi ini merupakan ilmu yang memperlajari tingkah laku manusia.
Psikologi sebagai suatu ilmu yang mempelajari memhami suatu perilaku mengandung beberapa unsur yaitu:  pemahaman, prediksi, dan pengontrolan.  Unsur-unsur ini tercermin pada suatu pendekatan dalam memahami suatu perilaku menusia. Berbagai pendekatan utama yang digunakan untuk memahami berbagai perilaku antara lain: Psikoanalisis, Behavioral, dan humanisme. Pendekatan utama mempelopori munculnya pendekatan-pendekatan yang lain seperti: eksistensialisme, analisis transaksional, Adlerian, gestalt, trait n factor, rasinal emotif, inhibisi resiprokal, konseling realitas, dan eklektik (Mappiare, Andi; 2010).
Bagaimana suatu pendekatan dapat memahami suatu perilaku yang muncul...? Apakah setiap pendekatan dapat memahami berbagaimacam perilaku yang muncul, atau setiap pendekatan hanya dapat memahami  satu atau beberapa kasus perilaku....?  semoga penjabaran beberapa pendekatan dibawah ini bisa menjadi suatu pengantar bagaimana suatu pendekatan memiliki pemahamannya tersendiri dalam memahami suatu perilaku.


      A.    Psikoanalsis
Psikoanalisis merupakan satu pendekatan dalam memhami suatu perilaku, dimana teori ini memandang bahwa ketidak sadaran (unconscious mind) lebih memerankan peranan dalam suatu perilaku dibandingkan kesadaran (conscious mind). Ketidak sadaran pada teori psikoanalisis tercermin melalui beberapa perilaku seperti; kekeliruan, lupa, keseleo lidah, dan mimpi.
Teori psikoanlisis menekankan pada analisis kepribadian yang berpusat pada id, ego dan super ego. Ketiga aspek kepribadian mencerminkan; bagaimana seseorang seseorang sagat dipengaruhi oleh kebutuhan biologis.  Menurut teori ini menusia dikatakan bermasalah ketika memiliki kecemasan  yang di timbulkan dari tidak terpenuhinya kebutuhan biologis.
Teknik yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan yang ditimbulkan dari adanya kecemasan ini yaitu dengan:
      1.       Asosiasi bebas,
      2.       Interpretasi dan analisis mimpi,
      3.       Transferensi, dan
      4.        Katarsis.
Tahapan dalam pelaksanaan konseling; asosiasi bebas, interpretasi, analisis mimpi, transferensi, interpretasi dan hypnosis.

      B.    Behavioral
Behavioral menekankan pada suatu kondisi stimulus respon, diamana perilaku yang ditampilkan oleh seseorang merupakan hasil kejadian masa lampau.  Sikap dan perilaku yang ditampilkan hari ini diartikan sebagai hasil belajar dan stimulus dari kondisi belajar seseorang pada masa lalu.
Teknik yang dapat digunakan untuk mengatasi permsalahan “kecemasan” yang ditimbulkan dari adanya kejadian masa lalu yang menyakitkan yaitu dengan:
      1.       Reinforcement,
      2.       Social modeling, dan
      3.       Desensitisasi sistematis.
Tahapan pelaksanaan konseling; penyusunan kontrak, asessmen, penyusunan tujuan, implimentasi strategi, dan evaluasi perilaku.

      C.    Humanisme
Perinsip utama yang digunakan pada pendekatan humanisme yaitu melalui unconditional positive regard. Humanisme memandang menusia sebagai individu yang rasional, baik, dapat dipercaya, sehat, mandiri dan otonom.  Permasalahan individu muncul ketika individu tersebut tidak dapat menampilkan diri sebagai individu yang humanis.
Teknik yang digunakan dalam memecahkan permasalahan seseorang yaitu dengan menggunakan :
      1.       Client centered therapy (CCT).
Tahapan dalam pelaksanaan konseling yang dilakukan yaitu: penetapan tujuan konseling, pemunculan keyakinan diri, melakukan evaluasi internal, memiliki keinginan untuk berkembang pada arah yang lebih baik.

      D.     Eksistensialisme
Teori ini memandang bahwa manusia merupakan mahluk yang memiliki potensi, maka dari itu segala tindakan dan perilaku yang ditampilkan oleh seseorang merupakan interpretasi potensi untuk melakukan tindakan.  Eksistensialisme memandang bahwa dorongon terbesar manusi melakukan suatu tindakan bukan berasal dari lingkungan atau factor eksternal, melainkan sangat dipengaruhi oleh factor internal berupa nilai-nilai yang dipahami dan dorongan untuk memiliki atau menggapai sesuatu.
Teknik yang digunakan eksistensialisme dalam menangani permasalahan individu yang muncul akibat ketidakmampuannya dalam menangani sesuatu yaitu teknik:
      1.       Asosiasi bebas
      2.       Interpretasi, dan
      3.       Transferensi.
Tahapan dalam pelaksanaan konseling yang dilakukan yaitu: menghargai keunikan klien, menggunggah klien untuk mempertahankan eksistensi, konselor membantu klien memahami dan menghadapi lingkungannya.

      E.      Analisis transaksional
Pendekatan analsisis transaksional memandang suatu perilaku sebagai bentuk dari status ego yang ditampilkannya. Analisis transaksional membagi  status ego seseorang pada 3 bagian, yaitu: ego orang tua, ego dewasa, dan status ego anak. Permasalahan timbul pada seseorang ketika individu tersebut tidak dapat menampilakan status ego yang tepat pada suatu situasi.
Teknik yang digunakan dalam pendekatan analisis transaksional menekankan pada membantu klien untuk dapat menentukan keputusan yang terbaik bagi dirinya dan segala konsekuensi yang akan dialaminya ketika menentukan suatu keputusan.  Teknik-teknik:
      1.       Sosiodrama,
      2.       Psikodrama, dan
      3.       Permainan kelompok
Tahapan dalam pelaksanaan konseling yang dilakukan melalui pendekatan analisis transaksional yaitu: analisis structural (suasana ego), analisis game dan pola ego dalam interaksi, analisis skrip, rencana pelaksanaan tindakan.

      F.       Adlerian
Pendekatan Adlerian memandang suatu perilaku sebagai suatu tindakan untuk mencapai sesuatu. Prilaku seseorang dipandang sebagai suatu yang memiliki tujuan (porpseful) dan berarah-tujuan (goal directed). Permasalahan timbul ketika seseorang mengalami kecemasan yang ditimbulkan oleh kegagalan, kegagalan dalam mengambil makna hidup, dan keraguannya akan masa yang akan datang.
Teknik pokok yang digunakan dalam pendekatan Adlerian yaitu:
      1.       Penekanan tanggung jawab,
      2.       Penetapan tujuan,
      3.       Kepercayaan dan respect.
Tahapan dalam pelaksanaan konseling yang dilakukan melalui pendekatan Adlerian yaitu: menyusun dan menetapkan tujuan konseling, mengidentifikasi dinamika klien, menyediakan interpretasi untuk insight, melakukan reorientasi dari pemahaman ke tindakan.

      G.     Gestalt
Perilaku bermaalah menurut pendekatan gestalt yaitu kecemasan akan kesenjangan yang ditimbulkan dari hari ini ‘sekarang’ dan hari yang akan datang.
Teknik yang digunakan dalam pendekatan gestalt yaitu melalui:
      1.       Konfrontatif
Teknik ini memanfaatkan penyajian suatu situasi dimana klien mengalami kondisi frustasi
Tahapa dalam pelaksanaan konseling yang dilakukan melalui pendekatan gestalt yaitu: memahami kaitan diri dengan lingkungan, menyadari kebutuhan pribadi, menganalisis dukungan system, menyadari bahwa setiap orang memiliki kelemahan.

      H.     Trait n Factor
Pendekatan ini memiliki pandangan dasar bahwa kepribadian manusia merupakan suatu system sifat dan factor yang sangat berkaitan. Konseling trait n factor bertujuan memfasilitasi perkembangan perkembangan pribadi pada aspek pemahaman pribadi dan pemahaman lingkungan.
Pendekatan trait and factor memandang manusia sebagai mahluk yang memiliki potensi untuk berkembang baik pada arah yang positif maupun negative.
Tujuan konseling terfokus pada pemahaman diri dan pengelolaannya.
Teknik yang digunakan dalam pendekatan trait and factor yaitu :
      1.       Konformitas,
      2.       Perubahan lingkungan,
      3.       Memilih lingkungan yang pantas,
      4.       Manajemen diri,
      5.       Mengubah kebiasaan.
Tahapan dalam pelaksanaan konseling yang dilakukan melalui pendekatan trait n factor yaitu: analisis akan pemahaman klien (berupa penetapan kelebihan dan kelemahan klien), diagnosis permasalahan klien (berupa kesimpungan mengenai penyebab masalah dan karakteristiknya, prognosis ( berupa alternative pemecahan permasalahan klien beserta resiko yang akan didapatnya).

      I.        Rasional emotif
Rational emotive therapy tergolong dalm orientasi atau perspektif kognitif. Pendekatan ini sering kali disebut REBT, singkatan dari Rational-Emotive Therapy. Pendekatan ini mementingkan pemikiran rasional sebagai tujuan terapeutik; menekankan pada modifikasi atau perubahan keyakinan irasional yang merusak berbagai konsekuensi emosional dan tingkah laku.
Pendekatan rasional emotif memandang manusia sebagai sasaran tuntutan biologis dan social yang kuat, berpotensi untuk berbuat rasional. Tujuan konseling yang menggunakan pendekatan ini yaitu menghilangkan kecemasan, ketakutan, kekhawatiran, ketidakyakinan diri, dan lainnya, sehingga mencaai perilaku rasional, kebahagiaan, dan aktualisasi diri.
Teknik utama yang digunakan dalam pendekatan Rasional Emotive yaitu:
      1.       Analisis Raport,
      2.       Pemberian Sugesti,
      3.       Konfrontasi,
      4.       Perskripsi aktivitas (diskusi, debat, dan disputing)
Tahapan kosneling melalui pendekatan rational emotive yaitu: analysis pola perasaan, pikiran dan tindakan.

      J.       Inhibisi Resiprokal
Pendekatan inhibisi resiprokal merupakan pendekatan dengan penghilangan, pengurangan, dan pelemahan respon lama dan digantikan dengan respon yang baru. Pendekatan ini memandang manusia sepenuhnya dibentuk oleh lingkungan. Tujuan konseling melalui pendekatan ini yaitu menghilangkan stimulus yang menyebabkan klien terkena permasalahan.
Teknik utama yang digunakan dalam pendekatan inhibisi resiprokal yaitu:
      1.       latihan assertive
      2.       pengelolaan pernapasan,
      3.       desentisisasi sistematis
Tahapan konseling melalui pendekatan inhibisi resiprokal yaitu: asessmen dengan berbagai kriteria, interview awal, pengarahan berbagai metode perubahan perilaku, evaluasi perubahan.

      K.     Konseling Realitas
Pendekatan pada konseling realitas memusatkan pada pentingnya tanggung jawab klien atas tingkah laku mereka. Pendekatan memandang bahwa suatu perilaku yang ditampilkan oleh seseorang merupakan cerminan dari tanggung jawab klien (responsibility), norma atau nilai social yang yang terintenalisasi (Right), dan kenyataan dunia dimana individu tersebut bertingkah laku (Reality).
Tujuan konseling adalah membantu klien belajar dengan perilaku yang lebih realistis.
Teknik utama yang digunakan dalam pendekatan konseling realitas yatu:
      1.       Proyektif
Tahapan konseling yang digunakan dalam pendekatan konseling realitas yaitu: memfokuskan klien pada permasalahan yang dihadapinya sekaran, mendorong klien mengevaluasi perilakunya, membantu mengembangkan rencana tindakan, menetapkan komitmen, menghindari pemberian maaf dan penundaan perilaku, menghindari penggunaan hukuman dan menghindari keterlibatan konselor dalam permasalahan klien.

      L.      Eklektik
Pendekatan eklektik memiliki pandangan bahwa manusia itu hakikatnya rasional sekaligus irasional, dan memiliki kecenderungan tidak sosial. Tujuan yang ingin dicapai melalui pendekatan eklektik yaitu melakukan pengendalian diri secara mandiri: membangun dan memelihara kesehatan mental. Tidak ada teknik utama yang digunakan pada pendekatakan eklektik karena pendekatan ini merupakan penggabungan beberapa teknik dasar dalam konseling untuk mencapai suatu hasil yang diharapkan.
Tahapan konseling yang digunakan dalam pendekatan konseling eklektik yaitu: connecting with client (dengan penggunaan teknik CCT), Problem soving (dengan penggunaan teknik behavioral), resolving an underlying dichotomy (penggunaan teknik kognitif),  counseling with more than one person at a time (menumbuhkan kesadaran akan setiap orang memiliki permasalahan yang sama dan memiliki cara pandang yang berbeda pada setiap permasalahan yang dihadapi).


Beragam pendekatan dengan beragam teknik yang di tuliskan semoga mendapat masukan dan menjadi suatu disksusi bermakna dalam memahami suatu perilaku.

Reaksi:

1 komentar:

Anonymous said...

pemaparan tentang perilaku sangat menarik...
kayaknya nanti harus banyak ikut ngobrol and curhat tentang psikologi

There was an error in this gadget